Delapan Jenis Pajak Surabaya Bisa Dibayar Via Online

Amaluddin    •    Senin, 16 Apr 2018 16:52 WIB
perpajakan
Delapan Jenis Pajak Surabaya Bisa Dibayar Via <i>Online</i>
Regional CEO Bank Mandiri Region 8 Jawa Tiga, R. Edward Djoko Hermawan (batik), usai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama penyediaan layanan perbankan dalam pembayaran pajak daerah. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Sebanyak delapan jenis pembayaran pajak di Surabaya, Jawa Timur kini sudah bisa dibayar dengan transaksi digital. Pajak seperti hotel, restoran, hiburan, reklame, Penerangan Jalan (PPJ), parkir, air dan tanah, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) mulai Mei 2018 sudah bisa melalui online.

"Awal Mei 2018 akan direalisasikan," kata Regional CEO Bank Mandiri Region 8 Jawa Tiga, R Edward Djoko Hermawan usai menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan layanan perbankan dalam pembayaran pajak daerah di ruang Pelangi Kantor Dinas Pendapatan dan Pajak Daerah (DPPK) Surabaya, Senin, 16 April 2018.

Djoko mengatakan, pembayaran pajak daerah yang disediakan Bank Mandiri untuk mempercepat pembayaran sekaligus mempermudah pelayanan pajak daerah.

"Biasanya warga berbondong-bondong ke kantor pajak, kini cukup membayar melalui sms banking, mobile banking system, internet banking, khususnya ATM banking Mandiri yang saat ini jumlahnya mencapai 1.050 se-Jawa Timur," kata Djoko.

Bahkan, dirinya mengaku, program pembayaran pajak daerah secara digital yang sudah maupun masih dalam proses implementasi di lingkungan Pemkot Surabaya telah terkoneksi secara baik dengan Bank Mandiri. 

"Harus diakui sistem pembayaran pajak di Pemkot Surabaya sangat baik dan berbeda dengan kota-kota yang lain," kata Djoko.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono menambahkan hadirnya pembayaran pajak daerah secara digital diharapkan lebih mampu mendongkrak minat masyarakat dalam membayar pajak di bank yang sudah bekerjasama dengan pemkot, salah satunya Bank Mandiri.

"Harapannya tidak semua nasabah mengantre di Bank Jatim atau di loket pajak, tetapi menggunakan bank lainnya untuk mengantisipasi jumlah antrean," katanya.

Melihat hal ini, Yusron mengajak Bank Mandiri selaku mitra pemkot supaya lebih gencar menyosialisasikan pembayaran pajak daerah secara digital. Salah satu cara dengan menyampaikan kepada setiap nasabah yang datang bahwa ada beberapa bank atau penyampaian melalui media sosial terkait membayar pajak.

"Jadi nasabah tidak perlu datang ke bank, cukup membuka gadget masing-masing, mereka bisa membayar kapan dan dimanapun. Hitung-hitung menghemat waktu dan energi," ujar Yusron.

Melihat sinergitas yang dibangun, Yusron berharap semua sektor mampu merealisasikan sembilan jenis pajak daerah secara optimal. Sebab, hasil pajak daerah tersebut nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat.

"Hasil yang diwujudkan berupa pendidikan dan kesehatan," pungkasnya.

Hingga saat ini, sektor pajak daerah yang menghasilkan nilai cukup besar adalah pajak bea perolehan BPHTP. Menurut Yusron, alasan tingginya BPHTP karena nilai rumah dan tanah semakin hari terus meningkat. "Hal ini membuat warga sadar untuk rutin membayar  pajak," tandas alumni Sekolah Tinggi Akutansi (STAN) tersebut.



(ALB)