Dua Jasad Korban Tabrakan Kapal Teridentifikasi

Amaluddin    •    Selasa, 22 Nov 2016 17:19 WIB
kecelakaan kapal
Dua Jasad Korban Tabrakan Kapal Teridentifikasi
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Surabaya: Dua dari tiga jenazah korban tabrakan kapal di perairan pantai utara (Pantura) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, teridentifikasi. Kini, keduanya telah dipulangkan kepada keluarga korban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, mengatakan kedua jenazah tersebut merupakan warga Gang Langgar, Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Masing-masing bernama Darmanto, 26, dan Suwarno, 62.

Baca: Keluarga Korban Tabrakan Kapal Asal Batang Jalani Tes DNA

"Kedua jenazah itu telah diambil keluarga korban tadi siang, di RSUD Dr R Koesma Tuban," kata Joko, dikonfirmasi, Selasa (22/11/2016).

Menurut Joko, keduanya diidentifikasi dari hasil rekaman E-KTP dan Inafis. Sementara satu jenazah sampai saat ini belum teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim, karena belum terekam di E-KTP. 

"Tim DVI masih melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas satu jenazah yang kini belum bisa diidentifikasi," katanya.

Ketiga jenazah tersebut merupakan anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Mulya Sejati, korban tabrakan kapal yang terjadi di perairan Pantura, Tuban, Sabtu, 19 November 2016, pukul 04.00 WIB. 

Baca: Butuh 5 Jam Tiba di Lokasi Tabrakan Kapal

Kapal MV Thaison IV menabrak KM Mulya Sejati dalam perjalanan membawa muatan tepung tapioka. Kapal sedianya bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin 21 November.

Namun nahas, kapal berbendera Vietnam menabrak kapal nelayan KM Mulya Sejati. Akibatnya, 27 ABK tenggelam. Sebanyak 12 ABK selamat, dan 15 ABK hilang.

Pada Minggu, 20 November 2016, tim gabungan terjun ke lokasi kecelakaan untuk mencari 15 korban yang hilang. Hasilnya, tiga korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. 

Ketiga korban ditemukan setelah petugas membalikkan kapal nelayan Mulya Sejati. Sementara hingga saat ini, masih ada 12 korban yang belum ditemukan. Pencarian pun terus berlangsung. Sejumalah kapal telah dikerahkan ke lokasi, antara lain kapal kelas II Armada KPLP, kapal SAR, kapal Polair, dan kapal milik Pertamina.


(SAN)