Gubernur Jatim Minta Waktu Bahas UMSK 2017

Amaluddin    •    Senin, 21 Nov 2016 18:33 WIB
upah
Gubernur Jatim Minta Waktu Bahas UMSK 2017
Ilustrasi upah, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan tak akan buruh yang mengalami penurunan upah. Sebab, Gubernur telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan UMK.

Gubernur menegaskan menetapkan UMP dan UMK berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Adapun kenaikan UMP dan UMK pada 2017 yaitu sebesar 8,25 persen.

Gubernur mengakui ribuan buruh menuntut pemerintah menetapkan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) khususnya di kawasan ring 1. Gubernur berjanji akan menampung aspirasi itu dan segera membahasnya dengan pemerintahan.

"Beri kami waktu untuk membahasnya agar kita semua tak melanggar peraturan dan perundang-undangan. Yang jelas, gaji buruh tak akan turun," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo setelah menerima perwakilan buruh di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (21/11/2016).

Menurut Pakde Karwo, Pemprov mengajukan usulan besaran UMSK paling lambat 15 Desember. Setelah itu, ia akan menetapkan besaran UMSK.

"Minimal besarannya tidak jauh beda dengan UMSK 2016," katanya.

Sementara itu Korlap Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Jazuli, meminta pemerintah mempertimbangkan pemberlakuan UMSK 2016. Sebab, besaran UMK yang ditetapkan Gubernur beberapa hari lalu berada di bawah UMSK.

"Tetapi Gubernur Jatim berjanji pasti akan ditetapkan UMSK dan tidak akan terjadi penurunan dibanding yang didapat tahun sebelumnya," katanya.

Pertemuan antara Gubernur dan ribuan buruh terjadi di Kantor Gubernur Jatim. Buruh berasal dari kawasan ring 1 Jatim yaitu Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.

Pada 2016, Pakde Karwo menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2015 tentang UMSK. Lima kabupaten/kota memberlakukan UMSK. Besarannya dipatok naik 5 persen dari UMK di daerah tersebut.

Besaran UMSK 5 Kabupaten/Kota Jawa Timur pada 2016:
1. Kota Surabaya Rp3.197.250
2. Kabupaten Gresik Rp3.194.635
3. Kabupaten Sidoarjo Rp3.192.000
4. Kabupaten Pasuruan Rp3.189.375
5. Kabupaten Mojokerto Rp3.181.500 

Lalu pada November 2016, Pakde Karwo menetapkan besaran UMK 2017 naik 8,25 persen dari 2016. Yaitu:
1. Kota Surabaya Rp3.296.212
2. Kabupaten Gresik Rp3.293.506
3. Kabupaten Sidoarjo Rp3.290.800
4. Kabupaten Pasuruan Rp3.288.093
5. Kabupaten Mojokerto Rp3.279.975

Dari penetapan tersebut, besaran UMK 2017 lebih besar dari UMSK 2016. Buruh khawatir UMSK 2017 bakal lebih rendah ketimbang UMK.


(RRN)