Gempa Tremor Terjadi, Gunung Bromo masih Siaga

   •    Jumat, 07 Oct 2016 11:15 WIB
gunung bromo
Gempa Tremor Terjadi, Gunung Bromo masih Siaga
Material debu vulkanik dan asap putih mengepul dari kawah Gunung Bromo pada Senin 26 September 2016, Ant - Ari Bowo Sucipto

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih tinggi. Namun pemantauan aktivitas Bromo tak optimal. Sebab alat pemantau Bromo milik Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) hilang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho  mengatakan alat pantau itu sedianya dipasang di lautan pasir Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur. Pada 18 September, alat tersebut tak ditemukan pada posisinya.

Sutopo mengatakan alat-alat pemantau berada dalam sebuah boks beton berukuran 1,5 x 2 meter. Kondisinya terkunci dan dilindungi pagar. Beberapa alat dalam boks di antaranya looger gas sensor CO2, antena broadband, dan reguler solar panel.

"Lantaran hilang, tingkat ketelitian pemantauan Bromo jadi berkurang. Sebab alat tersebut memantau aktivitas gunung dengan metode deformasi dan geokimia," kata Sutopo dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (7/10/2016).

Sementara itu status Gunung Bromo masih berada pada Siaga atau level III. Petugas PVMBG memantau asap putih kelabu mengepul dari kawah. Asap mencapai ketinggian hingga 300 meter dan bergerak menuju arah barat serta utara.

Mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, alat seismik menunjukkan gempa tremor terjadi dengan amplitudo 0,5-12 milimeter. Gempa vulkanik dangkal terjadi satu kali dengan amplitudo maksimal 18 milimeter.

Sutopo mengatakan aktivitas vulkanik itu mengindikasikan masih ada suplai magma di dalam gunung. Sehingga gunung berpotensi erupsi.

PVMBG merekomendasikan warga dan pengunjung menjauhi kawah aktif Gunung Bromo dan lautan pasir hingga radius 2,5 Km. Namun wisatawan dapat menyaksikan keindahan Gunung Bromo dari lokasi yang aman yaitu Ngadasari (Probolinggo) dan Argosari B29 (Lumajang). 



(RRN)