Pemkab Sidoarjo Bangun Kembali Rumah Terbakar yang Tewaskan 3 Balita

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 30 Aug 2016 22:35 WIB
kebakaran
Pemkab Sidoarjo Bangun Kembali Rumah Terbakar yang Tewaskan 3 Balita
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Bupati Sidoarjo akan membangun kembali rumah warga yang terbakar di Desa Swaluh Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin 29 Agustus 2016. Kebakaran rumah itu menewaskan tiga balita yang tengah tertidur.

"Kita akan bangun kembali rumah korban dan memberikan santunan kepada korban yang meninggal," kata Bupati Sidoarjo, SaifuIlah, Selasa (30/8/2016). 

Bantuan ini, kata Saifullah, akan dilakukan secepatnya karena korban sudah tak memiliki rumah. Mereka juga tengah berduka karena tiga anggota keluarganya meninggal. Selain itu, keluarga korban merupakan warga kurang mampu.

"Kasihan korban. Rumahnya sudah ludes, anaknya juga meninggal. Makanya, pemerintah mau membantu membangunkan kembali rumahnya. Agar bisa ditempati kembali oleh mereka," kata dia.

Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasih, mengatakan masih menyelidiki insiden kebakaran ini. Tim Laboratorium Forensik Mapolda Jawa Timur juga sudah di terjunkan ke lokasi.

Baca: 3 Balita Tewas Saat Rumah Terbakar

Menurutnya, ada beberapa temuan yang patut diperiksa secara mendalam. Salah satunya adalah gagang pintu yang pada saat kejadian dalam keadaan terkunci. Selain itu, adanya sumber api hingga menyebabkan terjadinya kebakaran. 

"Di lokasi kita juga temukan tungku kompor. Apakah api berasal dari sana atau dari arus pendek listrik. Ini masih kami dalami," ujarnya.

Insiden kebakaran menimpa rumah pasangan Imam Muslimin, 40, dan Ana Istianingsih, 35, di Desa Swaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo pada Senin 29 Agustus. Rumah berukuran 3x12 meter persegi ini terbakar saat Imam dan Ana sedang di luar rumah. Sementara tiga anaknya tengah tidur di dalam rumah dan pintu dalam keadaan terkunci. 

Tak banyak tetangga yang tahu dengan kejadian itu. Belakangan baru diketahui ketiga anak itu ikut terbakar bersama rumah. Ketiganya adalah Fariz, 5; Abdan, 3; dan Rohman, 2. Saat kejadian, Ana disebut tengah beribadah di rumah ibadah setempat.


(UWA)