Banjir Bandang Malang Perparah Kerusakan Pertanian

Bagus Suryo    •    Jumat, 16 Sep 2016 14:51 WIB
banjir
Banjir Bandang Malang Perparah Kerusakan Pertanian
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Malang: Banjir bandang yang melanda Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memperparah kerusakan tanaman pertanian di daerah setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Malang, Tomie Herawanto, kepada Media Indonesia, Jumat 16 September 2016, mengatakan dua kali banjir yang sempat merendam kawasan desa itu pada Juli dan Agustus, dampaknya belum terlalu parah. Kendati tergenang, tanaman pertanian masih ada yang bisa diselamatkan.

Namun, banjir kembali terjadi dan lebih parah karena arus air membawa lumpur dan batu menerjang sawah. Banjir terakhir terjadi pada Rabu 14 September malam. "Sejauh ini, petugas masih mendata kerusakan dan kerugian pertanian," tegasnya.

Tomie menjelaskan pada banjir sebelumnya terdata sekitar 30 hektare sawah rusak ringan hingga berat. Sedangkan bantuan benih bagi korban bencana belum disalurkan. Hal itu berdasarkan permintaan warga, sebab hujan deras masih kerap mengguyur kawasan selatan Malang.

"Ternyata perhitungan warga itu benar, ada banjir susulan," katanya. Dia meyakini kerusakan semakin meluas dengan banjir yang terjadi Rabu malam lalu.

Banjir bandang terjadi setelah kawasan setempat diguyur hujan beberapa hari terakhir. Akibatnya, Sungai Tundo yang melintasi desa itu meluap hingga merendam rumah penduduk.

Kerusakan terparah terjadi di RT 09, sebab sebagian besar rumah warga diterjang arus. Terdata sekitar 43 rumah rusak dan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar.

Banjir juga merusak infrastruktur jalan, 500 meter tanggul sungai mengalami ambrol dan data sementara tiga hektare lahan dipastikan gagal panen. Lahan pertanian yang rusak terus didata secara detail untuk selanjutnya Dinas Pertanian bakal menyalurkan bantuan bagi petani.


(UWA)