Pria Denmark Mengemis di Surabaya Dideportasi

Syaikhul Hadi    •    Senin, 19 Sep 2016 16:50 WIB
deportasi
Pria Denmark Mengemis di Surabaya Dideportasi
Pria asal Denmark, Benjamin Holst, 30, yang mengemis di Surabaya saat berurusan dengan Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Jawa Timur (Foto: dok/Metro TV)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pria asal Denmark, Benjamin Holst, 30, dideportasi oleh Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Jawa Timur, ke negara asalnya. Benjamin menyalahgunakan visa kunjungan wisata dengan mengemis di Surabaya.

Bule yang mengunjungi Indonesia sejak Agustus 2016 itu menderita penyakit kaki gajah. Ia sempat berwisata ke Bali lalu tiba di Surabaya.

"Per hari ini, dia akan diterbangkan ke negara asalnya yakni Copenhagen, Denmark," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya Romi Yudianto, di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/9/2016). 

Benjamin dikawal petugas Imigrasi akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo. Pesawat transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pukul 22.10 WIB, lalu menuju Denmark.

"Izinnya wisata. Tapi yang bersangkutan menyalahgunakannnya dengan mengemis di jalan. Tindakan itu sangat mengganggu ketertiban umum," kata dia.

Pria asal Denmark, Benjamin Holst, 30, tiba di Indonesia sejak 20 Agustus 2016. Saat itu, ia berwisata ke Bali. Khawatir uang yang ia bawa tak mencukupi kebutuhan, Benjamin mengemis di Bali dengan mengharap belas kasihan dari penyakit kaki gajah yang dideritanya.

"Sebelumnya memang dia tinggal di sana (Bali). Nah, merasa dirinya telah menjadi incaran pihak Kantor Imigrasi Bali, akhirnya yang bersangkutan memilih kabur ke Surabaya," imbuh dia.

Benjamin kemudian melanjutkan mengemis di Jalan Kayoon, Surabaya. Pada Minggu 11 September 2016, Benjamin akhirnya ditangkap petugas Satpol PP Surabaya. Ia lalu diserahkan ke pihak Imigrasi Surabaya. Pada petugas dia mengaku pernah mengemis di lima negara di Asia.


(TTD)