Badan Lingkungan Hidup Sidoarjo Dianggap Lemah Awasi Limbah B3

Syaikhul Hadi    •    Sabtu, 05 Nov 2016 12:59 WIB
pencemaran lingkungan
Badan Lingkungan Hidup Sidoarjo Dianggap Lemah Awasi Limbah B3
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Anggota Komisi C (Bidang Pembangunan Infrastruktur) DPRD Kabupaten Sidoarjo, Tarkit Erdianto, menyoroti kinerja Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, hingga kini belum ada program inovatif yang ditawarkan.

"Badan lingkungan Hidup Sidoarjo masih lemah mengawasi industri. Terutama soal Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Alasannya, selama ini BLH hanya mengandalkan laporan dari masyarakat," kata dia saat ditemui Metrotvnews.com, Sabtu (5/11/2016).

Menurutnya, selama ini tindakan BLH tak maksimal. Alasannya, harus mengawasi ribuan industri dengan tenaga kerja yang minim. "Makanya, BLH harus diperkuat lagi SDM-nya. Saya kira banyak kok di sini yang lulusan kimia. Kalau melihat performanya seperti itu terus tetap tidak ada kemajuan," kata dia.

DPRD meminta ada perwakilan BLH di setiap kecamatan untuk mengawasi limbah industri. "Sudah berkaki-kali kami melakukan hearing (dengar pendapat). Tapi, alasan mereka terkendala anggaran. Lantas, bagaimana kami mau menyetujui semua programnya kalau tidak ada inovasi," kata dia.

Tahun lalu BLH hanya menganggarkan Rp5 miliar yang sebagian besar untuk kebutuhan program rutin, seperti sosialisasi bahaya B3. 

"Tahun depan BLH menganggarkan Rp9 miliar. Katanya mau dibelikan alat pemantau polusi asal Jerman. Kita boleh-boleh saja, tapi kalau peralatan itu sudah terbeli, minimal BLH sudah tahu mana industri yang nakal dan apa tindakannya. Itu juga harus diperhitungkan," ujar dia.



(UWA)