Cara Polres Banyuwangi Menangkal Radikalisme

Arga sumantri    •    Jumat, 09 Jun 2017 08:24 WIB
radikalisme
Cara Polres Banyuwangi Menangkal Radikalisme
Sosialisasi antiradikalisme yang dilakukan Polres Banyuwangi. Foto: Metrotvnews.com/Arga

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Rutin menjaga komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi cara Polres Banyuwangi mencegah berkembangnya paham radikal. Cara itu diyakini efektif buat menekan masuknya ideologi garis keras.

Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto mengaku telah memerintahkan jajarannya mulai dari tingkat polsek untuk menjalin komunikasi dengan lembaga pendidikan umum juga pesantren. Agus juga telah menginstruksikan anggotanya melakukan sosialisasi antiradikalisme di tempat peribadatan.

"Kita lakukan pengecekan secara rutin laporan laporannya untuk dilaksanakan," kata Agus saat sosialisasi mencegah paham radikal dengan jemaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Masjid Baitul A'la Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 8 Juni 2017.

Kepolisian, kata dia, juga rutin berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Banyuwangi. Ulama dan para Kiai di Banyuwangi juga tidak luput jadi tempat polisi meminta saran buat menangkal paham radikal.

"Kita meminta bantuan kepada para Kiai, para tokoh agama untuk membantu menyampaikan tentang bahaya radikal kepada masyakat Banyuwangi," kata  Agus.

Agus memastikan, kepolisian belum mendeteksi masifnya paham radikal di Banyuwangi. Namun, itu tidak membuat perhatian polisi kendur. "Kita juga melakukan pengecekan ke Lapas apakah ada Napi teroris yang ada di lapas Banyuwangi. Sampai sekarang belum ada," ucapnya.

Dewan Perwakilan Daerah LDII Banyuwangi, menyambut baik niatan Polres Banyuwangi. Ketua DPD LDII Banyuwangi, Astro Junaidi, menyebut selalu menanamkan empat pilar, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, dalam setiap konsolidasi LDII.

"Bagi seluruh warga seluruh warga LDII merupakan harga yang sangat mati dan tidak bisa diganggu gugat," ungkap Astro.

Sosialiasi Bahaya Radikalisme dengan Jemaah LDII di Masjid Baitul A'la Banyuwangi, Jawa Timur.


(UWA)