Jumlah Tersangka Kebocoran Keuangan Perusahaan Daerah Sidoarjo Bertambah

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 21 Jul 2017 11:54 WIB
kasus korupsi
Jumlah Tersangka Kebocoran Keuangan Perusahaan Daerah Sidoarjo Bertambah
Kasus korupsi, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Jumlah tersangka kasus dugaan korupsi kebocoran pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tersangka terakhir yaitu Yuli, auditor PDAU Sidoarjo.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M. Sunarto mengatakan Yuli berperan sebagai pembuat laporan keuangan milik PDAU. 

"Dalam hal ini, ada beberapa opsi laporan yang dibuat, kemudian diserahkan ke masing masing instansi, seperti Dewan Pengawas, Pemda Sidoarjo, dan Akuntan Publik," ungkap Sunarto, Kamis 20 Juli 2017.

Opsi laporan menampilkan dana yang berbeda. Hal itu diperoleh dari alat bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik. Salah satunya, keterangan ahli. Anehnya, tersangka Yuli bukan pegawai resmi PDAU.

"Dia sengaja disewa oleh Direktur Utama untuk membuat laporan keuangan PDAU. Dia cukup lama bekerja untuk Dirut. Dan dapat gaji juga," terang Kajari.

Selain itu, pihaknya juga menemukan alat bukti berupa suatu laporan yang dilaporkan tersangka Yuli kepada Dirut. Menurutnya, ada keuntungan di luar tiga persen yang tidak dimasukkan ke dalam suatu laporan keuangan. Ada pula beberapa perusahaan rekanan PDAU yang tak masuk dalam laporan

"Kita sudah menyita laptop milik PDAU. Jelas sudah ada komunikasi antara Yuli dengan Dirut. Dari percakapan tersebut, utang dinolkan. Makanya, kami selidiki lagi apakah ini inisiatif dari Yuli sendiri atau Dirut," jelasnya.

Tersangka Yuli diperiksa bersama belasan pejabat Pemda di kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Mereka diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDAU dalam bidang Grafika (Percetakan).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Yuli langsung digelandang Ke Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo. Penyidik sebelumnya sudah menetapkan Empat tersangka, diantaranya Direktur Utama, Amral Soegianto, Kabag Umum rangkap Kepala Unit delta Gas, Siti Winarni, dan Kepala Unit Delta Grafika, Imam Djunaedi. Selain itu, penyidik juga menahan legislatif, yakni Ketua Pansus PD Aneka Usaha, Khoirul Huda. 


(RRN)