442 Desa di Jatim Krisis Air Bersih

Amaluddin    •    Kamis, 07 Sep 2017 18:44 WIB
kemarau dan kekeringan
442 Desa di Jatim Krisis Air Bersih
Gubernur Jatim Soekarwo. (MTVN/Amal)

Metrotvnews.com, Surabaya: Sebanyak 442 desa yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jatim kekeringan. Ratusan desa tersebut tersebar di kab/kota, yaitu Bojonegoro, Mojokerto, Banyuwangi, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Ponorogo, Pacitan, dan Tuban.

"Karena itu, saya minta kepada pemerintah setempat untuk membantu warga dengan memberikan air bersih," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, usai acara Sarasehan dan soft launcing Jurnal Manifesto Trisakti, di salah satu hotel di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis, 7 September 2017.

Pakde Karwo, demikian Soekarwo disapa, mengatakan, dari 442 desa sebanyak 201 desa harus dipasok air bersih. Sebab, ratusan desa itu merupakan daerah yang tidak dimungkinkan dibuatkan sumur bor, pemasangan pipa.

"Sementara untuk beberapa daerah lain masih bisa dilakukan rekayasa teknis untuk mendapat air bersih," katanya.

Politikus Demokrat ini juga menyebut, ada dua upaya yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan tersebut, yakni untuk jangka panjang dan jangka pendek. 

Untuk jangka pendek, Pemprov dan pemerintah setempat melakukan dropping air untuk kebutuhan masyarakat dengan menggunakan mobil tangki. "Sementara untuk jangka panjang adalah membuat sumur bor, memasang pipa, membuat waduk," kata politikus yang juga birokrat ini.

Senada dengan Pakde Karwo, Anggota Komisi D DPRD Jatim, Ahmad Heri mengatakan, pembangunan waduk/embung memang sangat dibutuhkan. Khususnya di sejumlah wilayah yang rentan mengalami kekeringan. Fungsi waduk atau embung di antaranya untuk menampung air saat musin hujan dan menjadi distribusi air saat kekeringan. 

Selain pembangunan waduk atau embung, pemanfaatan air tanah juga penting untuk dilakukan. 

Sebab, saat ini jumlah air tanah yang tersimpan semakin berkurang akibat pembalakan hutan. "Karenanya, pemkab/pemkot harus terus berupaya membangun waduk atau embung untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang mengalami kekeringan," kata politisi asal NasDem itu.


(ALB)