Empat Industri Garam Ilegal di Sidoarjo Dibongkar

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 19 May 2017 15:27 WIB
penipuan
Empat Industri Garam Ilegal di Sidoarjo Dibongkar
Empat tersangka pembuatan garam ilegal di Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, membongkar empat industri rumahan yang memproduksi garam secara ilegal di Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Jumat 19 Mei 2017. Polisi membekuk empat tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan empat tersangka yaitu Subagyo, Imam Januki, Mohammad Hamdan, dan Siti Khoirotin. Keempatnya merupakan warga Sidoarjo.

Harris mengatakan mendapat laporan dari masyarakat yang mencurigai produksi garam di desa tersebut. Setelah pemeriksaan, ternyata industri itu beroperasi  secara ilegal. Bahkan, kadar iodium dalam garam pun diragukan.

"Ternyata benar terdapat empat home industri yang tidak memiliki ijin serta tidak bersertifikat SNI," kata Harris.

Empat tersangka merupakan pengusaha dengan nama perusahaan yang berbeda. Bahkan mereka memiliki karyawan.

Subagyo, misalnya, pemilik UD Dua Putri. Ia memiliki 14 karyawan.

Tersangka M Hamdan merupakan pemilik UD Barokah Rejeki. Perusahaan itu mempekerjakan 7 karyawan.

Sementara tersangka Siti Khoirotin mempekerjakan 6 karyawan. Sedangkan tersangka Imam Januki, pemilik UD Tiga Putri mempekerjakan dua karyawan.

"Mereka sudah menjalankan bisnisnya bertahun-tahun. Dan hasilnya pun juga sudah dijual ke berbagai kota di Jawa Timur. Seperti Probolinggo, Jombang, Trenggalek, dan Nganjuk," jelasnya. 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, empat set mesin selep garam, 8 cetakan garam, empat buah timbangan, 12 oven, nota, dan  puluhan ton garam siap edar. Sedangkan omset dari penjualan mencapai Ratusan juta rupiah per bulan. 

Tersangka dijerat dengan pasal 134 dan 142 tentang pangan serta pasal 113 dan 120 tentang perdagangan dan perindustrian. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.


(RRN)