Pasutri Sumenep jadi Korban Tewas Tsunami di Palu

Rahmatullah    •    Senin, 01 Oct 2018 17:14 WIB
gempatsunamiGempa Donggala
Pasutri Sumenep jadi Korban Tewas Tsunami di Palu
Situasi setelah gempa dan tsunami di Palu, Sulteng. (AFP/Jewel Samad)

Sumenep: Pasangan suami istri asal Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur, jadi korban meninggal bencana di Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018. Mereka adalah, Suhairi dan Hamidah, warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas.

"Mereka sedang mencari nafkah di Palu. Ternyata juga menjadi korban tsunami," kata tokoh masyarakat Kecamatan Raas, Zainul, Senin, 1 Oktober 2018.

Zainul menyebutkan, bukan hanya pasutri itu yang hilang tapi juga warga lain yang bekerja dengan pasutri tersebut. Saat ini, jasad pekerja bernama Hairus masih hilang. 

"Informasi yang saya terima, ketiga korban digulung tsunami di tempat yang sama. Tapi baru dua jenazah pasangan suami istri itu yang ditemukan” ujar Zainul.

Zainul menuturkan, awalnya Suhairi dan Hamidah berhasil keluar dari tempat tinggal saat diguncang gempa. Setelah merasa aman, mereka kembali lagi ke rumah untuk mengambil barang. Tetapi nahas, saat itu juga air bah besar menggulung mereka.

Selain itu, Zainul menyebut, hingga kini masih banyak warga Pulau Raas yang hilang kontak di Palu. Dia mengungkap, ada sekitar 100 orang warga Pulau Raas di Palu. Tetapi sebagian sudah ada yang bisa dihubungi keluarganya. 

"Tentu kita berharap semoga tidak ada korban lagi,” harapnya.


(LDS)