Pemprov Jatim Kirim Logistik dan Petugas ke Sulteng

Amaluddin    •    Senin, 01 Oct 2018 11:04 WIB
Gempa Donggala
Pemprov Jatim Kirim Logistik dan Petugas ke Sulteng
Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu, Minggu (30/9). ANTARA FOTO/BNPB/pras.

Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengirim bantuan logistik dan tenaga medis untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Pemprov Jatim membentuk tim kemanusiaan untuk membantu korban gempa di kawasan tersebut.

"Saya sudah menginstruksikan ke dinas terkait untuk mengirimkan bantuan dan memberangkatkan personel ke lokasi gempa sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 1 Oktober 2018.

Baca: Doa untuk Donggala dan Palu di HUT DPD

Pakde Karwo, demikian ia disapa, mengatakan Pemprov Jatim melibatkan beberapa dinas untuk membantu korban bencana di Sulteng. Yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daereh (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

"Masing-masing dinas mengirim dua personel yang tugasnya melakukan identifikasi secara cepat, terkait apa yang sangat dibutuhkan di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD setempat agar bantuan tepat sasaran. Jadi untuk saat ini ada enam personel yang dikirim ke Sulteng," jelas Pakde Karwo.

Tak hanya personel, Pemprov Jatim juga mengirimkan bantuan logistik untuk korban bencana di Sulteng. Di antaranya 10 paket tenda pengungsi, 33 paket sembako dan kebutuhan lainnya.

"Untuk saat ini yang sangat dibutuhkan karena masyarakat masih cemas berada di rumah atau bangunan. Sementara untuk bantuan keuangan akan kami bicarakan dengan Sekdaprov Jatim biar nanti segera disalurkan," beber Pakde Karwo.

Pakde Karwo mengaku telah memerintahkan agar tim yang dikirim ke Sulteng langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan BNPB yang sudah berada di lokasi. Ia juga memastikan secara lengkap bahwa tim identifikasi dari Jatim yang berangkat sudah berada di Makassar dan sedang mengupayakan mobilisasi ke lokasi bencana serta bergabung dengan tim.

"Tugas tim adalah masyarakat yang mengalami trauma, termsuk terkait perlengkapan yang dibutuhkan," ungkap Pakde Karwo.

Baca; Bantuan untuk Palu dan Donggala Diduga Digelapkan

Sebelumnya Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Donggala pada Jumat 28 September. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Gelombang air setinggi 1,5 hingga 3 meter menghantam Palu.

Akibat bencana itu, atercatat ada 832 orang tewas, dengan 540 orang lainnya mengalami luka berat. Jumlah korban dapat bertambah karena masih ada yang dilaporkan hilang.


(DEN)