Jumlah DPT di Surabaya Pilgub Jatim Lebih Sedikit dari Pilwalkot

Amaluddin, Nurul Hidayat, Kusbandono    •    Jumat, 20 Apr 2018 12:49 WIB
pilgub jatim 2018
Jumlah DPT di Surabaya Pilgub Jatim Lebih Sedikit dari Pilwalkot
Ilustrasi Pilkada Jatim, Medcom.id - M Rizal

Surabaya: Sebanyak 2.006.061 orang tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT) di Surabaya, Jawa Timur. Jumlah warga yang memiliki hak suara dalam Pemilihan Gubernur 2018 lebih sedikit ketimbang Pemilihan Wali Kota 2015.

Rinciannya, kata Komisioner KPU Surabaya Purnomo Satrio Pringgodigdo, laki-laki berjumlah 980.081 orang dan 1.025.980 perempuan.

"Hasil DPT itu akan kami serahkan ke KPU Jatim untuk diakumulasi dengan daerah lain. Kecuali, kalau ada koreksi dari tim pasangan calon yang menunjukkan data valid dan bisa diverifikasi," ujar Purnomo di Surabaya, Kamis, 19 April 2018.

Purnomo mengatakan jumlah pemilih pada Pilgub 2018 lebih sedikit ketimbang Pemilihan Wali Kota Surabaya 2015. Saat itu, jumlah pemilih mencapai 2.034.307. Selisih jumlah selama kurang lebih dua tahun yaitu 28.246 orang. Namun Purnomo tak menjelaskan alasan jumlah pemilih berkurang.

Di Jember, jumlah warga yang berhak menggunakan hak pilih dalam Pilgub 2018 mencapai 1,8 juta orang. Jumlah pemilih pun berkurang dibanding Pemilihan Bupati Jember 2015.

“DPT untuk pemilihan gubernur wakil gubernur Kalau dibandingkan dengan pilihan bupati jember tahun 2015 mengalami penurunan sekitar 70 ribu sampai 80 ribu,” kata Komisioner KPU Jember Habib Rohan.

Rohan menyebutkan beberapa faktor yang menurunkan jumlah warga dalam daftar pemilih tetap (DPT). Misalnya, warga meninggal dan pindah domisili. Ada juga warga yang tidak bisa menggunakan hak suara karena terdaftar sebagai anggota Polri dan TNI.

Sementara di Jombang, jumlah warga yang masuk dalam daftar pemilik tetap sebanyak 997.676 orang. Menurut Komisioner KPU Jombang Burhan Abadi, warga yang tak masuk dalam DPT dapat tetap menggunakan hak pilih.

"Asalkan membawa dokumen kependudukan ke tempat pemilihan suara (TPS), seperti KTP elektronik dan dokumen lain," ungkap Burhan.

Ia menambahkan, nantinya para pemilih yang tidak masuk dalam DPT akan masuk dalam pemilih tambahan, selama memenuhi persyaratan.

"Yang perlu diingat mereka yang tidak masuk dalam DPT hanya dapat memilih Di TPS sesuai dengan alamat yang tercantum dalam dokumen kependudukan yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil," imbuhnya.



(RRN)