Warga di Jember Kembalikan Rastra Berkutu

Kusbandono    •    Rabu, 28 Mar 2018 20:43 WIB
beras sejahtera
Warga di Jember Kembalikan Rastra Berkutu
Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Jember: Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengembalikan ratusan paket beras sejahtera (rastra) dari Bulog Sub Divre XI Jember, Rabu, 28 Maret 2018. Kualitas beras buruk jadi alasan. Selain berkutu, beras juga seperti dicampur bekatul.

Kualitas beras yang buruk langsung tampak ketika dituangkan ke telapak tangan. Setidaknya warga memulangkan 550 karung beras untuk enam dusun. Setiap karung berbobot 10 kilogram.

Ririn, 48, warga Dusun Sidoreno, Desa Wonorejo, membenarkan rastra tidak layak. Apalagi, beras terasa tidak enak ketika dimasak.

"Karena berasnya sudah bercampur kutu dan bekatul. Itu juga banyak beras kopong (kosong). Jadi kalau dicuci, pasti mengambang di air," kata Ririn kepada Medcom.id, Rabu, 28 Maret 2018.

Kepala Desa Wonorejo Arik Wahyudi mengakui mengembalikan ratusan karung Rastra ke Bulog karena kualitas tidak layak konsumsi.

"Saya sendiri meminta untuk dikembalikan dan meminta ganti yang kualitas lebih baik. Karena ini dimakan manusia bukan hewan," kata Arik.

Selain itu, pihaknya menemukan ada beberapa kejangalan pada berat karung raskin tersebut. Beberapa karung yang seharusnya memiliki berat 10 kilogram, ternyata hanya memiliki berat 9,7 kilogram.

"Jadi ada susut 3 ons per karung. Ini membuat saya sendiri bertanya-tanya. Kok seperti ini? Ada apa?" tambah Arik.

Salah satu Pegawai Satuan Kerja, (Satker) Bulog Sub Divre XI Jember, Sarno menyebut beras tersebut berasal dari Gudang Bulog Yosorati.

"Saya tidak tahu jika kualitas beras kurang bagus. Jika memang hendak dikembalikan, saya siap koordinasi dengan pihak kepala Gudang," kata Sarno.


(SUR)