Mantan Wali Kota Batu Dituntut 8 Tahun Penjara

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 06 Apr 2018 15:39 WIB
kasus suap
Mantan Wali Kota Batu Dituntut 8 Tahun Penjara
Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko berdiskusi dengan penasihat hukum menanggapi tuntutan 8 tahun penjara dari JPU dalam sidang di PN Tipikor Surabaya, Jumat 6 April 2017, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ER), dituntut 8 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juanda Surabaya, Jawa Timur. Jaksa Penuntut Umum menilai Eddy bersalah dalam kasus suap proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017.

"Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di atas, dituntut 8 tahun hukuman penjara dengan denda uang senilai Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan penjara," ujar Jaksa Iskandar Marwanto dari KPK saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Juanda, Jumat, 6 April 2018. 

Baca: Eddy Rumpoko Diperiksa KPK

Iskandar menilai Eddy melanggar Pasal 12 huruf a Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Eddy juga dituntut dikenakan pasal tambahan yaitu hak politiknya dicabut selama lima tahun setelah menjalani hukuman.

Mustofa Abidin, penasihat hukum Eddy, mengatakan akan mengajukan pledoi atau nota keberatan menanggapi tuntutan tersebut. "Kami akan membuktikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Karena memang tidak seperti itu," kata Mustofa usai persidangan. 

Menurutnya, banyak hal yang tidak diperhatikan secara seksama dalam fakta persidangan. Sehingga ia memutuskan untuk membuat pledoi dalam 10 hari ke depan. Tak hanya itu, terkait pasal tambahan yang dibacakan Jaksa KPK, menurutnya sangat berlebihan. 

Mustofa juga mengingatkan masyarakat tentang rekam jejak Eddy. Semasa memimpin Pemkot Batu, Eddy prorakyat dan merakyat.

Tak jarang, ungkap Mustofa, warga berkeluh kesah pada Eddy. Beragam yang dikeluhkan mulai dari sakit hingga biaya pendidikan.

"Klien kami selalu memberikan solusinya," ujar Mustofa.

KPK menetapkan Eddy Rumpoko sebagai tersangka dalam kasus suap proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Selain Eddy, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan dan Filipus. Ketiganya ditangkap dalam operasi tangkap tangan di Batu pada 16 September 2017.

Dalam operasi itu, KPK menyita uang Rp200 juta. Diduga, Filipus akan memberikan uang itu pada Eddy. KPK juga menemukan uang Rp100 juta dari Eddi Setiawan. Diduga uang itu berkaitan dengan honor atas proyek pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga sebesar Rp500 juta. Rinciannya, Rp200 juta dalam bentuk tunai dan Rp300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.


(RRN)