Bulog Tagih Tunggakan Beras Sejahtera Tangerang Senilai Rp2,9 M

Farhan Dwitama    •    Jumat, 06 Apr 2018 16:00 WIB
beras
Bulog Tagih Tunggakan Beras Sejahtera Tangerang Senilai Rp2,9 M
Ilustrasi beras, Medcom.id - M Rizal

Tangerang: Bulog Sub Divre Tangerang, Banten, melaporkan surat realisasi pendistribusian beras sejahtera (rastra) 2018 dan realisasi penerimaan harga tebus rastra 2017 kepada Pelaksana harian (Plh) Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. Surat tersebut mengenai tunggakan yang belum dilunasi beberapa kepala desa hingga Rp2,9 miliar.

Kepala Subdivre Bulog Tangerang Junaidi mengatakan melaporkan secara periodik dikarenakan hingga Kamis 5 April 2018 masih banyak desa yang belum melunasi tunggakan rastra tahun 2017. 

"Isi suratnya mengenai permohonan harga tebus rastra tahun 2017 yang belum juga beres hingga saat ini. Tunggakan harga tebus rastra tahun kemarin mencapai Rp2,9 miliar. Semoga Plh bupati bisa mengimbaukan kepada para camat, kades, lurah, untuk merealisasikan sisa tersebut dan dapat disetorkan kepada Bulog," ujar Junaidi saat dikonfirmasi Medcom.id, Jumat 6 April 2018. 

Sementara itu, Plh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, belum menerima surat permohonan realisasi penerimaan harga tebus rastra yang dikirim Bulog Sub Divre Tangerang itu. "Saya belum menerima surat itu," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 157 kepala desa (Kades) menunggak pembayaran beras sejahtera (rastra) sebesar Rp5,1 miliar di 2017. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang pun memanggil mereka untuk memberikan keterangan terkait keterlambatan pembayaran.

Kejari Tangerang pun telah memberikan waktu hingga 28 Maret 2018 untuk kades yang belum melunasi utang rastra. Setelah adanya tenggat waktu, beberapa desa sudah mulai menyetorkan tunggakan rastra tahun 2017 itu. Hingga saat ini masih ada beberapa desa yang tunggakannya belum terbayarkan hingga Rp2,9 miliar.


(RRN)