Menpora Akui Menjadi Inisiator Kegiatan Kemah

Amaluddin    •    Minggu, 25 Nov 2018 17:00 WIB
kasus korupsi
Menpora Akui Menjadi Inisiator Kegiatan Kemah
Menpora Imam Nahrawi, usai menghadiri Wisuda Universitas Sunan Giri di Dyandra Convention Hall Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 25 November 2018. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menegaskan bahwa dirinya yang menginisiasi kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia pada 16-17 Desember 2017 di Candi Prambanan Yogyakarta. Nahrawi mengaku kegiatan itu dilakukan murni untuk membangun ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah. 

"Kalau soal inisiator, saya inisiatornya, Imam Nahrawi. Tujuan mulianya adalah bagaimana ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah bertemu dalam satu forum yang luar biasa," kata Nahrawi, usai menghadiri Wisuda Universitas Sunan Giri di Dyandra Convention Hall Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 25 November 2018.

Baca: Polisi Diminta Panggil Menpora Terkait Korupsi Kemah

Oleh karena itu, Nahrawi berharap masalah dugaan penyelewengan dana anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia itu, tidak mengecilkan tujuan mulia untuk mempersatukan dua ormas besar Islam yang belum pernah terjadi. 

"Karena niatan kami betul-betul untuk ukhuwah kedua ormas besar islam itu. Tolong jangan ciderai niatan mulia mempertemukan kedua ormas Islam besar di negeri ini, jangan mengecilkan makna ukhuwah. Karena dampaknya akan sangat besar," ujarnya.

Baca: Pemuda Muhammadiyah Menjaga Marwah dengan Mengembalikan Rp2 Miliar

Nahrawi mengaku tidak tahu-menahu soal adanya dugaan penyelewengan dana kemah tersebut. Cak Imam juga mengaku tidak mengetahui Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak telah mengembalikan uang Rp2 miliar ke Kemenpora terkait kegiatan tersebut. 

"Saya tidak tahu soal itu. Tapi kalau soal uang itu biar nanti urusan Biro Keuangan, biar nanti dikaji dan ditelaah yang mendalam, karena bantuannya sudah berlangsung 2017 lalu," katanya.

Nahrawi berulangkali menegaskan bahwa dirinya sengaja menginisiasi acara tersebut untuk menjaga ukhuwah NU dan Muhammadiyah. "Sekali lagi, tidak ada sedikitpun niatan kami menjadikan salah satu pihak dijebak. Yang ada niatan kami betul-betul menjaga silaturrahim ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah, dan alhamdulillah dilaksanakan dengan baik. Cara kemah itu dihadiri 20 ribu orang, masing-masing 10 ribu dari Muhammadiyah dan ribu dari NU," ujarnya.

Nahrawi mengaku heran kenapa masalah tersebut muncul sekarang ini. Dahnil, kata Nahrawi sempat menyampaikan kepada dirinya bahwa masalah ini kemungkinan besar sengaja dimunculkan oleh oknum jelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang sedianya akan digelar pada tanggal 25-28 November 2018 di Yogyakarta. 

Karena itu, Nahrawi meminta Dahnil untuk mencari tahu siapa pelapor untuk mengetahui motif dan modusnya. "Kalau motifnya soal internal, lantas kenapa dibesarkan sekarang menjelang muktamar?. Silakan tanya mas Dahnil, karena kemarin mas Dahnil bilang ke saya, mungkin ini atmosfer menjelang muktamar Muhammadiyah. Karena ada calon atau kandidat yang didorong oleh pihak lain," ujarnya.


(ALB)