Kota Batu Gelontorkan Rp200 Juta untuk Cegah DBD

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 28 Jan 2019 14:24 WIB
demam berdarah
Kota Batu Gelontorkan Rp200 Juta untuk Cegah DBD
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala.

Batu: Dinas Kesehatan Kota Batu menggelontorkan dana ratusan juta untuk pengendalian dan pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Dana tersebut dikeluarkan mengingat tahun 2019 merupakan siklus lima tahunan atau outbreak bagi peningkatan jumlah kasus DBD.

Dinas Kesehatan Kota Batu menganggarkan dana sebesar Rp216.955.400. Anggaran tersebut digunakan untuk program fogging, pembentukan juru pemantau jentik (jumantik) sekolah, gerakan 1 rumah 1 jumantik, pertemuan kader jumantik, dan pengadaan jumantik kit.

"Dalam tiga tahun ini, angka DBD dan DB di Kota Batu sudah menurun. Memasuki masa outbreak ini kami siapkan fogging jika Kota Batu dinyatakan menjadi wilayah kejadian luar biasa (KLB) penyebaran DBD," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Batu, Yuni Astuti, Senin, 28 Januari 2019.

Yuni menjelaskan, pembentukan kader jumantik di seluruh sekolah Kota Batu diharapkan dapat menimbulkan kesadaran dari generasi muda atau anak-anak sekolah dan masyarakat Kota Batu untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Terutama menjaga kebersihan dari tempat sarang nyamuk berkembang biak," jelas Yuni.

Sementara itu, Yuni mengaku jumantik kit nantinya jumantik akan dibagikan kepada kader jumantik. Jumantik kit sendiri terdiri dari senter, buku catatan serta pipet untuk mengambil jentik.

"Untuk obat abate kami tidak akan membagikan pada tahun  ini. Karena sudah terpenuhi di tahun 2018 di 24 desa/kelurahan di Kota Batu," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 1.634 kasus demam berdarah dengue (DBD) ditemukan di Jawa Timur di awal 2019. Hanya Kota Batu menjadi satu-satunya wilayah di Jatim yang tercatat tak ada kasus DBD di awal tahun.

Pada 2016 kasus DBD di Kota Batu tercatat sebanyak 464 kasus dengan penderita meninggal dunia sejumlah 3 orang. Pada 2017, kasus DBD sebanyak 105 kasus dengan kasus meninggal sejumlah 3 orang. Sedangkan pada 2018 terdapat penurunan yakni 82 kasus dengan catatan penderita meninggal 1 orang.


(DEN)