Cara Aktivis PMII Sumenep Kenang Jasa Pahlawan

Rahmatullah    •    Jumat, 10 Nov 2017 19:10 WIB
hari pahlawan
Cara Aktivis PMII Sumenep Kenang Jasa Pahlawan
Cara aktivis memeringati Hari Pahlawan di Sumenep, Jumat 10 November 2017, MTVN - Rahmatullah

Sumenep: Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengenang jasa pahlawan dengan cara berbeda. Rabu sore 10 November 2017, mereka menggelar teatrikal dengan jalan kaki sepanjang 1 kilo meter. Dari depan kantor DPRD Sumenep di Kelurahan Pajalan menuju areal Makam Pahlawan di Desa Pandian, Kecamatan Kota, mereka kelihatan tidak lelah.

Di jalan, selain memeragakan teatrikal, mereka juga berorasi tentang jasa para pahlawan. Kata mereka, para pahlawan mengenyampingkan kepentingan pribadi dan keluarga demi kehidupan bangsa yang bermartabat. Bahkan nyawa pun direlakan demi mencapai tujuan mulia itu.

Melihat penampilan mereka, pengguna jalan memelankan laju kendaraan. Bahkan ada yang sengaja menghentikan kendaraan hanya untuk mengabadikan momen menggunakan kamarea ponsel. Para pejalan kaki juga menyungging senyum melihat kreasi para aktivis mahasiswa itu.

Setiba di Makam Pahlawan, mereka tetap melanjutkan gerakan teatrikal. Setelah puas, mereka kemudian menaburkan bunga di atas pusara para pahlawan itu. Lalu dilanjutkan dengan doa bersama untuk kebahagiaan para pahlawan di alam kubur.

Ketua Komisariat PMII Universitas Wiraraja, Helmiyatul Umam, menyebut merupakan kewajiban bagi mahasiswa mengenang jasa pahlawan. Sebab dengan hal itu, mahasiswa bisa menghargai semua jasa yang telah diberikan para pahlawan, lalu mencontoh spirit perjuangan pahlawan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Para pahlawan rela mengorbankan apa pun demi negara," ungkap Mia, sapaan akrab Helmiyatul Umam.

Medan juang mahasiswa saat ini disebut sudah berbeda dengan zaman dulu. Kata Mia, mahasiswa dituntut memiliki ilmu tinggi, dan kreativitas yang beragam. Jika mahasiswa menyampingkan hal itu, dia yakin mahasiswa tidak bisa berbuat apa pun untuk kepentingan masyarakat. Bahkan mahasiswa hanya akan menjadi beban di masyarakat jika tidak punya kemampuan apa pun.

"Mari berjuang untuk mewujudkan kehidupan yang lebih bermartabat. Masyarakat butuh kita di kehidupan mereka. Skill mapan harus kita punya," tegasnya.



(RRN)