101 Pengedar Narkoba Diringkus di Jombang Sepanjang 2017

Nurul Hidayat    •    Rabu, 17 May 2017 15:39 WIB
narkoba
101 Pengedar Narkoba Diringkus di Jombang Sepanjang 2017
Salah satu pengedar narkoba yang diringkus Satreskoba Polres Jombang -- MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Sebanyak 101 pengedar narkoba diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang, Jawa Timur, sepanjang 2017. Mereka terlibat dalam 28 kasus narkotika dan 65 kasus obat keras berbahaya.

"Tersangka juga beraneka ragam, ada yang anak di bawah umur, ada yang sudah produktivitas remaja, dan dewasa. Malah ada yang sudah manula. Dari total 101 tersangka, 12 di antaranya adalah anak-anak," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang Ajun Komisaris Hasran, Rabu 17 Mei 2017.

Hasran merinci, pada Januari ada 13 kasus dengan tujuh tersangka. Barang bukti yang didapatkan berupa 1.168 butir pil double L dan 2,2 gram sabu.

Pada Februari, ada 16 kasus dengan 19 tersangka. Barang bukti berupa 9.201 butir pil double L, 3,18 gram sabu, serta 63,75 gram dau yang diduga ganja.

Maret, ada 18 kasus dengan 22 tersangka. Barang bukti berupa 1.995 butir pil double L dan 6,58 gram sabu. April, ada 20 kasus dengan 23 tersangka dan barang bukti 3.309 butir pil double L serta 16,44 gram sabu. Sedangan, pada Mei ada 26 kasus dengan 29 tersangka. Barang bukti berupa 3.327 butir pil double L dan 9,31 gram sabu.

Menurut Hasran, peredaran narkotika di Kabuapaten Jombang sudah sangat meresahkan. Hal ini dikarenakan harga yang murah serta barang yang mudah didapat.

Saat ini, lanjut Hasran, peredaran pil double L menyasar semua kalangan. Bahkan, ada anak-anak yang memakai sekaligus menjadi pengedar.

"Sebagai langkah antisipasi, kita sudah melaksanakan kegiatan Duta Pencegahan Narkoba melalui dai cilik dan Babinkamtibmas," imbuh Hasran.

Langkah tersebut, menurut Hasran, sekaligus menjadi komitmen pihaknya guna mewujudkan Kabupaten Jombang bebas dari narkoba sesuai dengan instruksi pimpinan. Selain menumpas jaringan narkoba, pihaknya juga serius mencegah peredaran miras.


(NIN)