Surabaya Ogah Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Amaluddin    •    Selasa, 08 Aug 2017 16:56 WIB
bendera
Surabaya Ogah Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Kompleks Pemerintahan Kota Surabaya, Jatim. (Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Instruksi Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada seluruh instansi di wilayahnya agar mengibarkan bendera setengah tiang tidak dijalankan Pemerintahan Kota Surabaya. Bendera di kompleks pemerintahan yang dipimpin Tri Rismaharini itu berkibar penuh satu tiang.

"Kami bukan melawan intruksi gubernur, ini kami lakukan juga bukan instruksi Bu Risma. Tetapi kami tidak mau melawan aturan yang ada," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, dikonfirmasi, Selasa 8 Agustus 2017.

Baca: Basofi Sudirman, Anak Pahlawan dengan Bermacam Pengalaman

Dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, disebutkan, bahwa Bendera Negara dapat digunakan sebagai, tanda perdamaian, tanda berkabung dan atau penutup peti atau usungan jenazah.

Pada ayat 4 dijelaskan, Bendera Negara dapat digunakan sebagai tanda berkabung sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) huruf b apabila yang meninggal adalah Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, pimpinan atau anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah dan atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah.

Kemudian pada ketentuan ayat (8), disebutkan apabila anggota lembaga negara, kepala daerah dan atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah sebagaimana dimaksud di ayat (4) meninggal dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan, selama satu hari, terbatas pada gedung atau kantor pejabat yang bersangkutan.

"Untuk mantan pejabat tidak disebutkan agar mengibarkan bendera setengah tiang. Jadi aturan itu sudah jelas, kami bukan maksud melawan instruksi gubernur. Tapi karena kami tidak ingin menyalahi aturan yang berlaku," kata Fikser.

Kemarin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 019/13474/033/2017,  bertarikh 7 Agustus 2017 tentang pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk berduka cita dan penghormatan kepada mantan Gubernur Jatim Moch Basofi Sudirman.

Sebelum terbit SE tersebut, menurut Fikser, Pemkot Surabaya sudah lebih dahulu menerima SE dari Kementrian Sekretrariat Negara (Sesneg) tentang pengibaran bendera sehubungan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, mulai 1-31 Agustus 2017.

Dengan dasar Undang-undang 24 tahun 2009 dan SE Kemensesneg, kata Fikser,  kedudukannya lebih tinggi dari SE Gubernur Jatim. Maka itu Pemkot Surabaya tidak mengibarkan bendera setengah tiang untuk memberikan penghormatan kepada Alm Moch Basofi Sudirman.

"Kami bukan tidak mau memberikan penghormatan terakhir, tapi semata-mata kami tidak mau menyalahi aturan. Kami atas Pemkot Surabaya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya mantan Gubernur Jatim Basofi Sudirman," tuturnya.


(SAN)