Perbaikan Rumah Pascagempa di Jatim Tuntas Tiga Pekan

Amaluddin    •    Senin, 15 Oct 2018 15:36 WIB
Gempa Donggala
Perbaikan Rumah Pascagempa di Jatim Tuntas Tiga Pekan
Sebagian rumah warga di Sapudi yang rusak diguncang gempa. Medcom.id/Rahmatullah

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo menarget perbaikan ratusan rumah di sejumlah daerah di Jatim tuntas dalam waktu tiga pekan. Ratusan rumah tersebut merupakan dampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Situbondo dengan Magnitudo 6.3 Skala Richter (SR) beberapa waktu lalu.

"Kami target perbaikan rumah rusak selesai dalam waktu tiga minggu," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di Surabaya, Senin, 15 Oktober 2018.

Adapun rumah yang rusak yaitu, 2 rumah rusak di Probolinggo, 3 rumah masing-masing di Situbondo dan Jember. Kemudian ratusan rumah di Sumenep, sebanyak 210 rumah rusak di Kecamatan Gayam, Kecamatan Nunggunung,  36 rumah warga yang rusak, 1 di antaranya rusak parah dan sisanya kategori berat dan ringan.

"Untuk rumah rusak yang di Kecamatan Gayam, 30 rumah rusak berat, 80 rumah rusak sedang, dan 100 rumah rusak ringan," kata Pakde Karwo.

Baca: Korban Gempa Situbondo Trauma Masuk Rumah

Pakde Karwo menegaskan bahwa biaya pembangunan dan perbaikan rumah rusak akibat gempa itu ditanggung penuh oleh Pemprov Jatim. Nantinya, pembangunan rumah itu akan melibatkan tenaga dari kepolsian dan TNI. 

"Nanti konstruksinya bangunan rumahnya akan memperhitungkan ketahanan terhadap gempa. Jadi kami bangun bukan rumah tahan gempa, tapi konstruksinya memperhitungkan ketahanan terhadap gempa," ujarnya.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Situbondo, Jatim dan Bali, pukul 01.57 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Jatim, dengan kedalaman 12 Km.

Akibat terjadinya gempa tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak. Daerah terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Madura.


(ALB)