Drainase Tersumbat Penyebab Banjir di Sumenep

Rahmatullah    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:27 WIB
banjir
Drainase Tersumbat Penyebab Banjir di Sumenep
ilustrasi Metrotvnews.com

Sumenep: Wilayah Kecamatan Kota di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sering dikepung banjir ketika turun hujan. Diguyur hujan deras dua jam saja, sejumlah ruas jalan umum langsung tergenang air bah. Pengendara bahkan tidak bisa melintas saat jalan sudah dipenuhi air. 

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bappeda) Sumenep, Rahman Riadi. Katanya, luapan banjir itu merupakan akibat dari tersumbatnya drainase dan gorong-gorong, sehingga air hujan tidak bisa mengalir dengan sempurna. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

"Kalau drainase dan gorong-gorong tidak bisa dibersihkan dari sampah, maka air hujan bisa meluap ke jalan," kata Rahman, Rabu 15 November 2017.

Selain itu, Rahman menyebut intensitas hujan tinggi juga menjadi penyebab banjir, karena drainase dan gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung debit air. Hal itu dikatakan juga merupakan tanggung instansi teknis. Dia mengaku hanya bertugas mengkoordinasi semua program yang berkaitan dengan kebencanaan.

Rahman juga mengungkapkan menyusutnya lahan pertanian turut menjadi penyebab terjadinya banjir. Diakui atau tidak, alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan akan mengurangi fungsi serapan air hujan. Sehingga meski drainase dan gorong-gorong berfungsi normal, pasti air hujan meluap jika lahan serapan kurang memadai akibat alih fungsi lahan tersebut.

"Untuk mengakhiri luapan banjir butuh solusi komprehensif dari hulu sampai hilir. Tidak sepotong-sepotong," ujarnya.

Penyusutan lahan pertanian dikatakan masalah serius, dan perlu disikapi semua pihak. Pembangunan perumahan dan sarana gedung pasti berdampak pada penyusutan lahan. Padahal lahan pertanian merupakan daerah resapan air.

"Ini menjadi isu bersama. Daerah kita kurang lahan yang bisa langsung menyerap air. Tantangan kita ke depan perlu disikapi serius, sehingga luapan banjir setidaknya bisa ditekan," tandasnya.


(ALB)