Jaringan Santri-Pelajar Nusantara Galang Kekuatan untuk Kemenangan Khofifah

Rahmatullah    •    Jumat, 17 Nov 2017 20:49 WIB
pilgub jatim 2018
Jaringan Santri-Pelajar Nusantara Galang Kekuatan untuk Kemenangan Khofifah
Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, 11 November 2017, MTVN - Amaluddin

Sumenep: Jaringan Santri dan Pelajar Nusantara (Jaspenu) wilayah Madura mulai menggalang kekuatan untuk memenangkan Khofifah Indar Parawansa, meski Menteri Sosial itu masih belum diresmikan menjadi calon gubernur Jawa Timur. Jaspenu sudah membentuk perwakilan di empat kabupaten di Madura.

“Di tiap kabupaten, kita sudah punya perwakilan,” kata  Koordinator Jaspenu wilayah Madura, Ajimuddin, Jumat 17 November 2017.

Aji mengungkapkan Jaspenu akan mendekati para pemilih pemula dan alumni pondok pesantren. Dua segmen pemilih tersebut dianggap potensial, karena diyakini masih senapas dengan gerakan Jaspenu untuk mencari pemimpin baru.

Sementara mengenai alasan mendukung Khofifah, Aji menilai sosok Ketua Muslimat NU itu sangat tepat mengisi tampuk kepemimpinan Jawa Timur di periode selanjutnya. Khofifah dinilai sosok kreatif dan inovatif dalam mendorong perubahan. Dengan pertimbangan tersebut, Aji menegaskan Jaspenu akan mendukung, mengawal dan siap berjuang untuk memenangkan Khofifah.

“Jawa Timur ini miniatur Indonesia kedua setelah Jakarta, sehingga membutuhkan sosok hebat seperti Ibu Nyai Khofifah,” kata Aji.

Selebihnya, Aji menyebut Khofifah mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Jawa Timur. Khofifah juga disebut sebagai sosok yang santun, sehingga diyakini bisa mendinginkan suasana politik.

Tepisah, Ketua DPD NasDem Sumenep Tirmidzi menjelas Khofifah memiliki loyalis tangguh, seperti muslimat dan ormas lainnya, sehingga suaranya diyakini akan signifikan dalam pilgub nanti. Dia mengingat pilgub sebelumnya bahwa Khofifah sebenarnya memiliki suara banyak. Tapi suara itu rupanya tidak mengantarnya memimpin Jatim, karena ada kekuatan yang menghendakinya tidak jadi gubernur.

"Saya ingat kata Bu Khofifah. Katanya, doakan saya jadi gubernur, bukan jadi pemenang. Karena walaupun menang seperti pada pemilihan sebelumnya, dia tidak jadi gubernur karena dizalimi," tuturnya.


(RRN)