Ribuan Umat Hindu Malang Raya Ikuti Tawur Agung Kesanga

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 16 Mar 2018 15:14 WIB
hari raya nyepi
Ribuan Umat Hindu Malang Raya Ikuti Tawur Agung Kesanga
Ribuan umat Hindu se-Malang Raya mengikuti Upacara Tawur Agung Kesanga di Lapangan Junggo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat 16 Maret 2018.

Malang: Ribuan umat Hindu se-Malang Raya mengikuti Upacara Tawur Agung Kesanga di Lapangan Junggo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat, 16 Maret 2018. Upacara ini merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Saka Warsa 1940.

Perayaan Hari Raya Nyepi di Malang kali ini mengambil tema "Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Soliditas sebagai Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI".

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Batu Parianto mengatakan ritual upacara ini diadakan sebelum umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian. Upacara ini diikuti sekitar seribu umat Hindu se-Malang Raya.

"Kegiatan ini melakukan persembahyangan untuk mensucikan bhuana agung dan bhuana alit agar saat melaksanakan catur brata penyepian nanti, pikiran, perkataan dan perbuatan itu benar-benar suci," katanya.



Parianto menambahkan upacara ini juga bertujuan agar para umat hindu dapat instropeksi diri terhadap berbagai kekurangan di masa sebelumnya.

"Manusia tidak luput dari kesalahan. Upacara ini menyadarkan agar umat Hindu bisa memperbaiki kesalahan di masa yang akan datang," bebernya.

Pada upacara kali ini, umat hindu juga mengarak belasan Ogoh-ogoh kemudian membakarnya. Menurut Parianto, Ogoh-ogoh merupakan simbol dari kejahatan dan keangkara murkaan.

"Di dalam Ogoh-ogoh terdapat sifat Bhuta Kala yang serakah dan rakus. Sifat itu harus kita buang jauh-jauh agar dapat berpikiran suci dan jernih. Ogoh-ogoh ini adalah bentuk semangat dari adik-adik untuk bisa meningkatkan sradha dan bhakti," ungkapnya.

Parianto pun berharap agar seluruh umat Hindu di Malang Raya dapat memaknai kegiatan suci ini. "Sehingga kehidupan selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Tingkat inelektual dan spritual harus lebih meningkat, jangan malah merosot," ujarnya.


(ALB)