Mensos: 323 Kabupaten Kota Rawan Bencana

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:29 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjir
Mensos: 323 Kabupaten Kota Rawan Bencana
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi lokasi bencana Puting Beliung di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa, 28 November 2017. Foto: Metrotvnews.com / Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mendeteksi 323 kabupaten/kota di Indonesia rawan bencana. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi lokasi bencana Puting Beliung di Kecamatan Waru, Sidoarjo.

"PVMBG sudah memetakan, ada 323 kabupaten/kota rawan bencana. Kategori ini termasuk beresiko tinggi," ujar Khofifah, Selasa, 28 November 2017.

Kemensos sudah melakukan koordinasi secara nasional dalam Apel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di Tomohon, Sulawesi Utara. Melalui Tagana, Kemensos ingin sleuruh kawasan rawan bencana terpetakan.

"Ada sekitar 33 ribu SDM yang dimiliki Tagana. Dan 5.300 diantaranya khusus Tagana psychosocial. Tapi lebih banyak lagi sahabat Tagana yang jumlahnya mencapai 56 ribuan. Baik dari Orari, Jurnalis, Pramuka dan Ormas Pemuda," jelasnya.

Kemensos sudah mengecek secara nasional titik koordinasi yang bisa dilakukan secara online. Bahkan, Tagana juga sudah memiliki Mako.

Dengan adanya berbagai bantuan itu, termasuk relawan, pihaknya menginginkan agar masyarakat selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda di Indonesia.

Pemerintah mempunyai 278.000 ton cadangan beras Pemerintah (CBP) yang siap didistribusikan ketika terjadi bencana alam. Setiap daerah yang mengalami bencana dengan kategori tanggap darurat maka Bupati bisa mengeluarkan SK untuk 100 ribu ton CBP, dan apabila sudah terpakai maka SK gubernur dapat dikeluarkan untuk 200 ribu ton CBP.

"Selanjutnya kalau kebutuhan beras untuk daerah bencana tersebut kurang maka kebutuhan beras akan di back up dengan SK Mensos," tandasnya.


(SUR)