Resmi Ditahan, Mendagri Siapkan Plt Bupati Kukar

Amaluddin    •    Sabtu, 07 Oct 2017 16:56 WIB
ott kpk
Resmi Ditahan, Mendagri Siapkan Plt Bupati Kukar
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari saat akan dibawa ke rumah tahanan KPK. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Surabaya: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka dugaan gratifikasi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, segera menyiapkan pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi posisi yang ditinggalkan bupati cantik itu.

"Kalau memang ditahan, tentu harus segera diganti. Nanti akan siapkan penggantinya (Plt)," kata Tjahjo, saat di Surabaya, Jumat malam, 7 Oktober 2017.

Tjahjo berharap dengan penahanan Bupati Kukar itu tidak mengganggu roda pemerintahan di Kabupaten Kukar. Dia menilai pemerintahan tidak boleh tergantung ke kepala daerah yang mendekam di balik jeruji.

"Jadi memang harus diganti atau di Plt kan. Karena itu akan mengganggu tugasnya sebagai kepala daerah," kata dia.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari ditahan KPK selama 20 hari pertama. Rita akan menghuni rutan KPK yang baru diresmikan, yakni di Cabang Rutan KPK Gedung Merah Putih di Kavling K4.

Rita ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Salah satu materi pemeriksaan oleh KPK juga soal peningkatan harta kekayaan Rita.

(Baca: KPK Tahan Bupati Kutai Kartanegara)

Bukan hanya Rita yang ditahan. Sebelumnya, kPK juga menahan tersangka lainnya, yakni Khairudin. Khairudin ditahan di rutan berbeda. Dia menghuni Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Dalam kasus ini, Rita terjerat pasal berlapis, yakni soal suap dan gratifikasi. Dia diduga menerima suap Rp 6 miliar dari Hery Susanto Gun selaku Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP).

Uang itu disebut diterima pada Juli dan Agustus 2010 untuk pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, kepada PT SGP.

(Baca juga: Bupati Kukar Klaim Uang Rp6 Miliar Hasil Jual Beli Emas)


(SUR)