BMKG: Awak Pesawat Waspadai Awan Kumulonimbus di Jawa Timur

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 30 Sep 2016 13:13 WIB
cuaca buruk
BMKG: Awak Pesawat Waspadai Awan Kumulonimbus di Jawa Timur
Ilustrasi--Gumpalann awan cumulonimbus (Cb) menggantung di atas wilayah selatan Surabaya, Jawa Timur, 25 Maret 2010 (Foto: Ant/ Bhakti Pundhowo)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Timur mengimbau pada awak pesawat mewaspadai adanya awan kumulonimbus (Cb) yang bermunculan di wilayah Jawa Timur.

"Para pilot pesawat, kami imbau untuk mewaspadai munculnya awan Cb di Jawa Timur," ujar Prakirawan BMKG Jawa Timur Ary Pulu B, Jumat (30/9/2016). 

Awan Cb merupakan awan vertikal yang menjulang hingga ketinggian 60 ribu kaki. Awan Cb mudah terbentuk di kawasan tropis. Salah satunya di Indonesia yang proses konvensi kawasan tropisnya sangat kuat. 

Saat ini, awan Cb banyak bermunculan di Jawa Timur, terutama yang berdekatan dengan Laut Jawa. Awan Cb itu muncul di wilayah selatan maupun tengah wilayah Jawa Timur. 

"Setiap (pilot) mau terbang, kami briefing terlebih dahulu. Kami selalu menyampaikan soal munculnya awan Cb ini," kata Ary. 

Munculnya awan Cb ini bisa menimbulkan cuaca ekstrem seperti topan, badai petir, hujan es, tornado, hingga angin puting beliung. Bagi pesawat terbang, keberadaan awan Cb lebih membahayakan karena bisa menghempaskan pesawat yang terjebak di dalamnya. 

Bahkan, partikel es awan Cb juga dapat membekukan bagian-bagian pesawat termasuk mesin sehingga tak mengherankan pesawat bisa jatuh bila menabrak awan ini. "Partikel-partikel es awan Cb juga sering menghasilkan petir yang dapat mengacaukan sistem kelistrikan dan navigasi pesawat. Makanya, para pilot pesawat harus menghindari awan Cb tersebut," kata dia. 

Kecelakaan yang terjadi di dunia penerbangan di Tanah Air sebagian besar akibat awan Cb. Salah satunya adalah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura akhir 2014 lalu.


(TTD)