Kasus Pungli, Ombudsman Minta Rektorat UINSA Bertanggung Jawab

Amaluddin    •    Kamis, 01 Sep 2016 15:14 WIB
pendidikan
Kasus Pungli, Ombudsman Minta Rektorat UINSA Bertanggung Jawab
Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Kepala Ombudsman Jawa Timur, Agus Widiyarta, memastikan tetap akan menyelidiki kasus dugaan adanya pungutan liar (pungli) terhadap mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur. Menurut Agus, bantahan panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tidak akan menghentikan kasus tersebut.

Agus mengaku telah menerima laporan dari mahasiswa baru UINSA Surabaya disertai bukti-bukti pungutan liar yang dilakukan panitia PKKMB. Nantinya, kata Agus, bukti itu akan dijadikan acuan apakah masuk kategori pungutan liar atau tidak.

"Intinya, pada pelaksanaan PKKMB ada pungutan. Berdasarkan peraturan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) itu dilarang," kata Agus, kepada Metrotvnews.com, Kamis (1/9/2016).

Baca: Dema UINSA Bantah Ada Pungli di Orientasi Mahasiswa Baru

Agus mengatakan adanya pungutan ini tidak bisa diremehkan. Sebab, jumlah uang hasil pungutan itu mencapai sekitar Rp2,5 miliar jika dihitung dengan nominal paling rendah. Yakni, Rp90.000 dikali jumlah mahasiswa baru sebanyak 4.373 orang.

Untuk itu, kata Agus, pihaknya akan melihat ada atau tidak maladministrasinya terkait pungutan itu. "Jika ada, maka bisa dikatakan sebagai pungli. Nah, ini ada surat keputusan rektornya yang melarang adanya penggunaan atribut selain yang telah ditentukan. Ada juga penarikannya, meskipun sifatnya sumbangan itu juga dilarang," jelasnya.

Agus berjanji akan meminta klarifikasi terhadap pejabat di kampus UINSA pekan depan. Sebab, kata dia, pihak yang paling bertanggung jawab adalah rektorat kampus. 

"Kami akan panggil Wakil Rektor III atau wakil Dekan III sebagai penanggung jawab. Rektor juga bertanggung jawab dalam kasus ini karena statusnya sebagai pembina pelayanan publik di lingkup kampus," ujar dia.

Baca: Mahasiswa Baru UINSA Keluhkan Pungli oleh Panitia Ospek

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa baru UINSA mengeluhkan adanya pungli dalam kegiatan PKKMB. Mereka mengaku dimintai sumbangan ratusan ribu rupiah untuk keperluan pembelian atribut dan souvenir. Besaran pungli yang dipatok panitia nilainya beragam di setiap fakultas.

Rektorat UINSA melarang adanya pungutan atau sumbangan dalam bentuk apapun untuk kegiatan pengenalan kampus. Sebab, semua pembayaran telah menjadi satu saat pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru. Dalam SK itu dijelaskan panitia dilarang menghimpun bantuan atau sumbangan dalam bentuk apapun.


(UWA)