Banjir masih Merendam, Sidoarjo bakal Bangun Tiga Dam

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 11 Oct 2016 11:08 WIB
bencana banjir
Banjir masih Merendam, Sidoarjo bakal Bangun Tiga Dam
Sejumlah kendaraan mogok saat menerobos banjir di Jalan Raya Trosobo, Sidoarjo, Senin 10 Oktober, Ant - Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki 49 dam berukuran besar maupun kecil. Namun jumlah itu tak cukup menghindarkan Sidoarjo dari banjir.

Lantaran itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membangun dam berukuran lebih besar. Pemkab mulai merancang pembangunan dam.

"Rencananya akan ada penambahan tiga dam besar di tiga titik," kata Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Sidoarjo, Fatchur Rachman, di ruang kerjanya, Selasa (11/10/2016).

Rencananya dam dibangun di bawah tol jembatan layang Tambak Oso Waru. Lokasi itu menjadi pertemuan Sungai Bulubendo dan Sungai Buntung.

Dam kedua dibangun di Kemambang, Kota Sidoarjo. Dimana Kemambang merupakan pertemuan Sungai Sidokare dan Sungai Pucang. Terakhir, dam dibangun di Desa Penatar Sewu, Kecamayan Tanggulangin. 

Pemkab, kata Fatchur Rachman, fokus menangani banjir. Pemkab pun mengalokasikan anggaran Rp8 miliar pada APBD Perubahan 2016. Fatchur Rachman berencana menggunakan anggaran untuk memperbaiki pintu air.

Selain itu, Pemkab telah menormalisasi beberapa sungai. Di antaranya Sidokare, Pucang, Semambung, Wilayut, Gedangan, Balong Bendo, dan Kaliporong.

"Sebenarnya normalisasi masih berjalan. Seperti di Sungai Ketegan dan Buntung," lanjutnya.

Fatchur Rachman mengaku banjir yang melanda sejumlah kawasan di Sidoarjo akibat faktor alam. Curah hujan di Sidoarjo cukup tinggi.

"Tak bisa dipungkiri lagi curah hujannya sangat tinggi," ungkap Fatchur Rachman.

Sementara itu banjir masih merendam sejumlah lokasi di Sidoarjo. Ketinggian banjir bervariasi.

Banjir mengakibatkan jalan nasional yang menghubungkan Surabaya-Madiun terendam. Lalu lintas di kawasan tersebut pun tersendat.



(RRN)