7 Santri Langitan Ditemukan, 6 Dipulangkan ke Rumah Duka

Amaluddin    •    Minggu, 09 Oct 2016 09:03 WIB
tenggelam
7 Santri Langitan Ditemukan, 6 Dipulangkan ke Rumah Duka
Proses evakuasi santri Ponpes Langitan yang tenggelam di Bengawan Solo, Tuban, Jatim. (Metrotvnews.com/dok BPBD Jatim)

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim pencari telah menemukan tujuh jenazah santri Pondok Pesantren Langitan yang tenggelam di Bengawan Solo. Enam jenazah di antaranya telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

"Sementara satu jenazah yang belum dipulangkan yaitu almarhum Rizki Nur Habib, 15, asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, kepada Metrotvnews.com, Minggu (9/10/2016).

Baca: Pencarian 7 Santri Terganggu Air Keruh

‎Alasannya, kata Gus Ipul demikian ia disapa, memerlukan proses tambahan untuk memulangkan jenazah asal Sumut ini. Rencananya, jenazah asal Sumut ini akan dipulangkan ke rumah duka hari ini atau besok.

"Tergantung proses administrasi dan lain-lain selesai. Pada prinsipnya, jenazah harus segera dipulangkan agar segera dimakamkan," kata Gus Ipul.

Sementara enam jenazah lainnya, lanjut Gus Ipul, te‎lah dipulangkan ke rumah duka masing-masing sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu dini hari. Berikut identitas keenam jenazah tersebut: 

1. Abdullah Umar (12), Kec. Bedilan, Kab. Gresik, Jatim.
2. M. Barikly Amry (12), Desa Leran, Kec. Manyar, Kab. Gresik, Jatim.
3. M. Lujaini Dani (13), Desa Ganden, Kec. Manyar, Kab. Gresik, Jatim.
4. Muhsin (16), Kel. Pacar Kembang, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, Jatim.
5. M. Arif Mambruri (18), Desa Ngampal, Kec. Sumberejo, Kab. Bojonegoro, Jatim.
6. M. Afiq Fadlil (19), Desa Bulakparen, Kec. Bulukamba, Kab. Brebes, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).



Baca: 3 dari 7 Santri yang Hilang Ditemukan

Para santri itu tenggelam setelah perahu kayu yang mereka tumpangi terbalik saat menyeberangi Bengawan Solo, di Tambangan Babat, Tuban, Jumat (7/10/2016). Ada 25 santri dalam perahu itu; 18 selamat tujuh ditemukan meninggal.


(SAN)