Pembeli Apartemen Sipoa Minta Bantuan Yusril Ihza Mahendra

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 20 Sep 2018 17:16 WIB
kasus hukum
Pembeli Apartemen Sipoa Minta Bantuan Yusril Ihza Mahendra
Aksi warga meminta bantuan Yusril Ihza Mahendra menuntaskan kasus dugaan penipuan pembangunan apartemen Sipoa Grup di Sidoarjo, Kamis, 20 September 2018, Medcom.id - Hadi

Surabaya: Puluhan orang mendatangi Gedung Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. Mereka menagih janji advokat Yusril Ihza Mahendra untuk memberikan bantuan hukum atas sengketa pembangunan apartemen PT Sipoa Group di Surabaya.

Mereka berorasi dan membentangkan poster di depan pengadilan. Aksi mereka sempat membuat akses masuk ke pengadilan tersendat.

"Kami menagih janji Pak Yusril untuk menuntaskan penipuan apartemen Sipoa Grup di Surabaya. Dan kami ingin Pak Yusril mendampingi kami para korban," kata Hanafi, koordinator aksi di depan gedung pengadilan di Jalan Arjuno, Surabaya, Kamis, 20 September 2018.

Hanafi mengatakan para korban menunggu lama proses hukum terhadap kasus apartemen tersebut. Namun mereka bersabar dan percaya Yusril dapat menuntaskan masalah itu.

"Harapan kami, kasus ini bisa selesai dan mengembalikan uang kami secepatnya," harapnya.  

Aldo, warga setempat, juga mengaku sebagai korban penipuan proyek apartemen Sipoa Grup. Ada harapan besar dari para korban agar mantan Menkumham, Yusril bisa menyelesaikan dan membantu para korban menyelesaikan kasus tersebut.

"Pak Yusril, pengacara professional dan namanya sudah besar. Saya yakin hasilnya akan maksimal," ungkap Aldo.

Aldo merupakan satu dari ratusan korban penipuan proyek apartemen Sipoa Grup. Ia mengaku sudah membayar Rp600 juta untuk membeli apartemen di Sidoarjo. Namun, sampai saat ini realisasi apartemen tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Dalam kasus PT Sipoa ini, ada ratusan warga Surabaya dan sekitarnya menjadi korban dugaan penipuan. Warga yang sudah membayar hampir 100 persen, belum juga menerima unit apartemen yang dijanjikan di sejumlah lokasi, baik di Surabaya selatan maupun di Sidoarjo.

Baca: Komisi III akan Panggil Pihak yang Terlibat Kasus Sipoa Group

Pekan lalu, Yusril Ihza sempat diadang massa saat memasuki pengadilan Negeri Surabaya. Yusril akan mendampingi pemilik PT Gala Bumi Perkasa yang sekaligus pengembang Pasar Turi Baru Surabaya, Henry J Gunawan. Henry menjalani dua sidang sekaligus yakni sidang Eksepsi (keberatan) dan Pledoi (Pembelaan). 

Sidang Eksepsi yang diketuai Majelis Hakim Anne Rusiana merupakan lanjutan atas dakwaan kasus penipuan dan penggelapan atas laporan dua rekan Henry sesama investor Pasar Turi Baru, yakni Teguh Kinarto (bos PT Joyo Masyur) dan Heng Hok Soei atau Asoei (PT Siantar Top).

Sedangkan sidang kedua yang diketuai Hakim Rochmad adalah sidang pledoi atas tuntutan empat tahun penjara kepada Henry yang dilaporkan para pedagang Pasar Turi dengan tuduhan yang sama yakni penipuan dan penggelapan. 

“Pembicaraan bisa kita lakukan di kantor,”ungkap Yusril saat menemui pendemo. 




(RRN)