Pohon Tabebuya Semarakkan Surabaya di Nominasi Kota Terindah

Amaluddin    •    Kamis, 29 Nov 2018 18:43 WIB
lingkungan
Pohon Tabebuya Semarakkan Surabaya di Nominasi Kota Terindah
Pohon tabebuya di pinggir jalan di Surabaya, Kamis 29 November 2018, Medcom.id - Amal

Surabaya: Pohon tabebuya bertebaran di Kota Surabaya, Jawa Timur. Dedaunannya yang hijau membuat suasana di pinggir jalan kian asri nan cantik.

Kecantikan warna-warni bunga tabebuya menjadi salah satu faktor yang menjadikan Surabaya masuk dalam Nominasi Kota Terindah di dunia. Pemenang nominasi akan diumumkan dalam Guangzhou International Award 2018.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau dan Penerangan Jalan Umum DKRTH Kota Surabaya Hendri Setianto mengatakan sebanyak 2.500 pohon tabebuya ditanam sejak delapan tahun lalu. Saat berbunga, warna bunganya beragam layaknya sakura.

"Ada yang bewarna merah muda di Jalan Mayjen Sungkono dan putih serta kuning di Jalan Gubeng," kata Hendri di Surabaya, Kamis, 29 November 2018.

Selain itu, ada pula bunga yang berwarna ungu dan merah. Menurut Hendri, perawatan tabebuya sangat mudah. Bunganya cukup disiram dan diberi pupuk secara rutin.

"Bunganya akan mekar dan berguguran hanya setahun sekali, yakni sekitar bulan Oktober dan November. Karena pohon ini memang tanaman tropis, jadi perawatannya tidak sulit," ujarnya.

Menurut Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, pohon berasal dari Malang dan Kediri. Tujuan menanam pohon, selain mempercantik kota, juga menjadi habitat alami bagi beragam biota seperti burung, kupu-kupu, dan kumbang.

Beberapa waktu lalu, ujar Fikser, bunga berguguran. Saat ini, bunganya tinggal sedikit.

Feby Ariawan, 26, warga Jalan Pesapen, Surabaya, mengaku kagum dengan keindahan pohon tabebuya yang ditanam Pemkot Surabaya. Feby mengaku Surabaya seakan mirip Jepang. "Kalau daun pohon berguguran, Surabaya serasa seperti di Jepang," katanya.

Begitu juga Sulastri, 37, juga mengaku terkejut ketika melihat adanya daun-daun warna-warna berguguran di Surabaya beberapa waktu lalu. Namun, Sulastri belum pernah tahu dan melihat langsung  di mana lokasi pohon-pohon tersebut.

"Saya tahunya dari gambar-gambar yang beredar luas di media sosial, belum pernah lihat langsung. Tapi katanya pohon itu belum ditanam merata di sepanjang jalan di Surabaya," kata ibu dua anak itu.



(RRN)