Malang, Kota Penyumbang Terbesar Pekerja Migran

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 03 Dec 2018 19:36 WIB
buruh migran
Malang, Kota Penyumbang Terbesar Pekerja Migran
Konsultasi publik membahas soal pekerja imigran Indonesia di Malang, Senin, 3 Desember 2018, Medcom.id - Daviq

Malang: Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Riaz Januar Putra Saehu menyebutkan Kota Malang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang menjadi penyumbang tenaga kerja migran tertinggi di Indonesia.

Bahkan menurut data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), selama periode Januari-Oktober 2018, sebanyak 53.525 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berasal dari Jawa Timur. Kota Malang sendiri termasuk dalam 20 besar kabupaten dan kota asal PMI.

Oleh karena itu, Kemenlu terus memberikan pelayanan kepada PMI dengan meluncurkan kampanye masyarakat mengenai migrasi yang aman. Sebab, minat masyarakat Indonesia bekerja di luar negeri begitu tinggi.

“Pemerintah juga telah merencanakan kegiatan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran dan orientasi pra-keberangkatan sebagai bagian dari pelayanan kepada PMI,” katanya dalam acara Konsultasi Publik Perlindungan dan Promosi Hak-Hak Pekerja di ASEAN di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin 3 Desember 2018.

Riaz menambahkan, bagi PMI yang sudah berkeluarga dan tengah bekerja di luar negeri pasti akan meninggalkan anak-anaknya di rumah. Sehingga perlu ada pendampingan dari pemerintah untuk menangani kondisi ini. 

"Tentu, agar penjaminan hak-hak anak terkait pendidikan dan aspek lainnya dapat tetap berjalan dengan baik," bebernya.

Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan mengapresiasi langkah Kemenlu dalam pendampingan terhadap PMI. Dia menekankan hak-hak anak juga perlu dijamin selama orang tuanya bekerja di luar negeri.

"Upaya perlindungan pada PMI bukan hanya perlu dipahami oleh keluarga pekerja. Namun juga mahasiswa dan masyarakat luas," pungkasnya.



(RRN)