Sebelum Tenggelam, Santri Langitan Minta Rp800 Ribu untuk Beli Buku

Amaluddin    •    Minggu, 09 Oct 2016 14:45 WIB
tenggelam
Sebelum Tenggelam, Santri Langitan Minta Rp800 Ribu untuk Beli Buku
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyerahkan jenazah Rizki Nur Habib, 15, santri Langitan ke keluarga di RSUD dr Soetomo Surabaya, Minggu (9/10/2016). (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyerahkan jenazah Rizki Nur Habib, 15, ke pihak keluarga. Santri yang baru mondok sekitar tiga bulan itu, akan pulang ke rumah duka di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara, untuk selamanya.

"Rizky merupakan satu-satunya jenazah yang belum sampai rumah duka, karena termasuk yang paling jauh. Kami mewakili Gubernur, dan Pemprov dan warga Jatim, turut belasungkawa kepada keluarga," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat penyerahan jenazah di RSUD dr Soetomo Surabaya, Minggu (9/10/2016).

Rizky merupakan satu dari 25 santri yang tenggelam di Bengawan Solo, di Babat, Tuban, Jatim, Jumat (7/10/2016). Sebanyak 18 santri selamat, dan tujuh orang ditemukan meninggal. Tim pencari menemukan jenazah pada hari kedua setelah peristiwa nahas tersebut.

"Hari ini jenazah akan dipulangkan menggunakan pesawat kargo dari Bandara Internasional Juanda Surabaya," kata Gus Ipul.


Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyerahkan jenazah Rizki Nur Habib, 15, santri ke keluarga di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Jenazah Rizki dijemput langsung oleh kedua pamannya yakni Rizwan dan Nurwanto. "Kami tidak menyangka ponakan saya ini pulang begitu cepat, setelah baru tiga bulan mondok. Kami dan keluarga juga tidak merasakan firasat apapun sebelum kejadian," kata Rizwan.

Keluarga, kata Rizwan, mendapat informasi peristiwa itu dari berbagai media. Ia pun pasrah ketika mendengar kabar ponakannya menjadi salah satu korban perahu tenggelam di Bengawan Solo. "Keluarga sudah berharap ditemukan dalam kondisi selamat, dan kami pasrah," katanya.

Komunikasi terakhir, kata dia, dilakukan Habib dengan keluarganya sepekan lalu saat meminta kiriman uang untuk membeli buku.

"Saat itu keluarga mengirim Rp800 ribu dan kabarnya ke Pasar Babat kemarin itu untuk membeli buku. Tapi takdir berkata lain, dan Rizky ditemukan sudah meninggal," katanya.


(SAN)