Sekolah 5 Hari, Kadisdik Sidoarjo: Mau Pintar kok Repot

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 16 Jun 2017 13:24 WIB
pendidikan
Sekolah 5 Hari, Kadisdik Sidoarjo: Mau Pintar kok Repot
Foto ilustrasi. (Ant/Pradita Utama)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Dinas Pendidikan Sidoarjo, Jawa Timur, khawatir penerapan sekolah lima hari bertolak belakang dengan kesiapan para tenaga pendidik. Belum lagi, persoalan materi pelajaran bila jam belajar sekolah ditambah.

Karena, tak semua tenaga pendidik mampu menangani anak didik dalam kurun waktu lama. Penambahan jam belajar mau tidak mau berpengaruh pada jam kerja pengajar. 

"Apa mereka siap pulang jam empat? Terus, anak-anak mau diajarkan apa? Ini yang masih menjadi kekhawatiran," jelas Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Mustain Baladan, Jumat, 16 Juni 2017. 

Sejatinya, kuantitas tenaga pendidik dan fasilitas sekolah di Sidoarjo cukup memadai untuk menjalankan program yang diatur berdasarkan PP 19/2017 dan Permendikbud Nomor 23/2017 itu. Apalagi, saat ini sudah ada yang menerapkan pola lima hari sekolah di Sidoarjo.

"Ada sebagian yang sudah bisa menerapkan itu, cuma persentasenya belum bisa diprediksi. Fasilitas juga sudah tersedia," katanya. 

Hanya saja, Baldan kurang yakin semua tenaga pendidik bisa mengikuti ritme sekolah lima hari. Meski begitu, pihaknya memberi keleluasaan jika sekolah bisa menerapkan program tersebut. 

"Mau pintar saja kok repot. Kalau siap silahkan, kalau tidak, ya, jangan. Karena bisa menggangu efektifitas belajar mengajar," ungkapnya. 


(SAN)