Kuasa Hukum Wali Kota Madiun Minta Pertimbangan soal Penyitaan Harta

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 22 Aug 2017 18:36 WIB
kasus korupsi
Kuasa Hukum Wali Kota Madiun Minta Pertimbangan soal Penyitaan Harta
Wali Kota Madiun nonaktif Bambang Irianto, Ant - Reno Esnir

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur, diminta mempertimbangkan profesi Bambang Irianto sebelum menjadi Wali Kota Madiun. Sebab, tak semua harta kekayaan milik Bambang berkaitan dengan kasus korupsi proyek pasar yang menjeratnya.

Hal itu disampaikan penasihat hukum Bambang, Indra Priangkasa, usai sidang vonis atas kliennya di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa 22 Agustus 2017. Dalam sidang, Bambang dijatuhi vonis enam tahun penjara dan denda Rp1 milair subsidair empat bulan.

Baca: Korupsi Proyek Pasar, Wali Kota Madiun Divonis 6 Tahun

"Kami hormati vonis. Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan dan digarisbawahi," kata Indra.

Indra menjelaskan kliennya sudah lama berprofesi sebagai pengusaha, sejak 1970-an. Lalu pada 2009, Bambang menjadi Wali Kota Madiun. Pada 2014, Bambang kembali terpilih menjabat Wali Kota.

"Setelah menjadi Wali Kota, barulah usaha itu dikelola oleh keluarganya. Nah, inilah yang tidak muncul dalam pertimbangan Majelis Hakim atas kekayaan yang dimiliki," jelasnya.

Menurut Indra, usaha keluarga itu mendapat keuntungan hingga Rp12 miliar. Bila dikalkulasikan selama 16 tahun, keayaan Bambang sudah melimpah.

Namun demikian, Indra mengaku ia masih meminta pertimbangan keluarga mengenai harta-harta yang sudah disita terkait kasus proyek pasar yang menjerat Bambang. Penyitaan diputuskan Majelis Hakim usai sidang.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitro, mengatakan beberapa aset milik Bambang disita. Satu diantaranya sebidang tanah namun Majelis Hakim sudah mengembalikannya.

"Ada juga alat berat, emas, dan sebidang tanah yang dipakai untuk pinjaman kantor, juga dikembalikan," kata Fitro.

Sementara aset yang disita diantaranya uang Rp8 miliar, beberapa mobil, dan tanah.

"Selain yang kita kembalikan, semuanya kita rampas," tandasnya. 



(RRN)