Kapolda Minta Pusat Cek Seluruh Jembatan di Jatim

Amaluddin    •    Minggu, 22 Apr 2018 16:16 WIB
jembatan runtuh
Kapolda Minta Pusat Cek Seluruh Jembatan di Jatim
Sejumlah pekerja dengan palu, las, juga peralatan lainnya mengempur jembatan Widang di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur. (ANT/AGUK SUDARMOJO)

Surabaya: Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, meminta Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengecek seluruh jembatan nasional di Jatim. Pengecekan dilakukan agar kejadian seperti ambruknya Jembatan Widang tidak terulang.

"Jadi saya minta kepada seluruh pihak terkait agar mengecek seluruh kondisi jembatan yang ada di Jatim, mengingat sebentar lagi kita akan menghadapi arus mudik lebaran," kata Machfud, di Surabaya, Minggu, 22 April 2018.

Orang nomor satu di Polda Jatim itu menyatakan akan fokus untuk menekan angka kecelakaan pada musim libur Lebaran tahun ini. Sehingga, pihaknya harus mempersiapkan pengamanan arus mudik, untuk kenyamanan dan keselamatan para pemudik. 

Berdasarkan catatan Polda Jatim sepanjang tahun 2016 lalu, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan di Jatim mencapai lebih dari 5.700 korban. Sedangkan sepanjang tahun 2017 lalu, angka kecelakaan di Jatim menurun sebanyak 5.300 korban jiwa. 

"Bukan hanya yang lama, jembatan yang baru dibangun kondisinya juga harus dicek," katanya.

Baca: Penyelesaian Audit Jembatan Disarankan Sebelum Mudik Lebaran

Sebab, kondisi jembatan yang baru dibangun juga tidak menjamin aman untuk dilewati para pengguna jalan. Misalnya jembatan jalan Tol Manado Bitung yang baru saja dibangun mendadak ambruk. 

"Makanya harus cek dan ricek, harus dipastikan kondisinya benar-benar baik, aman untuk dilintasi," ujarnya.

Jembatan Widang adalah jembatan yang melintas di atas sungai Bengawan Solo, penghubung Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, dengan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, ambruk sekitar pukul 10.45 WIB, pada Selasa, 17 April 2018.

Saat kejadian, ada 1 dum truk muat limbah smelter, 2 truk muat pasir, dan 1 unit kendaraan roda sedang melintas di jembatan kembar tersebut. Akibatnya, satu orang tewas setelah terjebak di dalam truk yang ikut terjun ke Sungan Bengawan Solo.

Jembatan itu merupakan akses utama penghubung Kabupaten Tuban dan Lamongan. Saat ini, para pengguna jalan harus memutar melalui jalur Brondong Pantura jika ingin ke Tuban atau sebaliknya ke Lamongan.

Baca: Polri Minta Seluruh Jembatan di Pulau Jawa Diaudit


(LDS)