Mediasi Mahasiswa Papua dan Warga Dinoyo Mentok

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 02 Jul 2018 20:23 WIB
kekerasan
Mediasi Mahasiswa Papua dan Warga Dinoyo Mentok
Mediasi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur di Aula Polres Malang Kota, Senin 2 Juli 2018. (Foto: Daviq)

Malang: Mediasi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, mentok. Kedua kubu belum mencapai jalan tengah.  

Kedua kubu bentrok pada Minggu malam, 1 Juli 2018. Menurut anggota AMP Malang, Yohannes Gyai, keributan pecah ketika dia dan kawan-kawan hendak menonton film dan berdiskusi soal peringatan Hari Kemerdekaan West Papua ke-47, tapi diusir warga. 

"Itu adalah aktivitas intelektual kami. Kami ingin mengenal sejarah kami. Tidak ada yang boleh melarang kami. Ini bagian penyimpangan intelektual. Pemutaran film sejarah Papua Barat. Bukan sesuatu yang ditakuti tapi diketahui bersama," katanya di Aula Polres Malang Kota, Malang, Jatim, Senin 2 Juli 2018. 

Yohannes mengklaim, mahasiswa di kawasan tersebut berperilaku baik dengan warga. Dia menilai, bentrokan terjadi bukan dengan warga sekitar. Namun dengan pihak-pihak lain.

"Ada rekayasa konflik yang dimainkan. Itu murni ada intervensi militer. Secara logika tidak harus diberhentikan secara brutal, kejadian kemarin itu terlalu sadis. Siapa pun yang membatasi kami maka akan kami lawan," tegasnya.

Dia mengaku, dirinya dan mahasiswa lain di AMP merasa diinjak harga dirinya. Lantran mereka diperlakukan semena-mena, hingga bentrokan terjadi. 

"Itu bukan warga, tapi preman yang dibayar. Ada rekayasa Papua Phobia yang sedang dibangun. Laptop dan HP kami diambil, alat makan dan masak dihancurkan. Kami minta semua dikembalikan," tuturnya.

Pada mediasi tersebut, AMP Malang menuntut tiga hal. Pertama, Kapolsek Lowokwaru harus dipecat karena tidak bisa mengamankan kejadian tersebut. Kedua, mahasiswa meminta agar ada forum silaturahmi dengan warga sekitar.

"Ketiga, kami minta tidak ada pengintaian di sekitar rumah kos dan kontrakan kami. Siapa pun tidak berhak untuk melakukan itu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah bentrokan terjadi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Malang dengan warga Jalan MT Haryono Gang 8C RT03/RW04, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 1 Juli 2018 malam.

Warga dan mahasiswa Papua saling melempar batu. Kawasan pertokoan dan restoran di kawasan tersebut serta kendaraan yang melintas pun sempat terdampak dengan adanya bentrok ini. Kondisi jalanan pun sempat macet sejauh 2 km.


(LDS)