Terjaring OTT KPK, PDIP Otomatis Pecat Bupati Nganjuk

Amaluddin    •    Rabu, 25 Oct 2017 20:10 WIB
ott kpk
Terjaring OTT KPK, PDIP Otomatis Pecat Bupati Nganjuk
Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Taufiqurrahman didampingi penasehat hukumnya berjalan keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/1). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Surabaya: Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan Taufiqurrahman langsung diberi sanksi tegas dengan pemecatan dari partai.

"Jika informasi itu benar adanya, maka PDIP langsung melakukan pemecatan seketika kepada yang bersangkutan dari posisinya sebagai kader partai," kata Hasto, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 26 Oktober 2017.

Hasto menegaskan PDIP sudah berulang kali mengingatkan Taufiqurrahman agar tidak main-main dengan perilaku yang melanggar hukum. Namun sepertinya peringatan terebut masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

(Baca: KPK Jerat Bupati Nganjuk dalam Dua Kasus)

"Bupati Nganjuk sudah sering diperingatkan sebelumnya. PDIP juga sudah membebastugaskan Taufiqurrahman dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Nganjuk sejak tanggal 26 Januari 2017, karena faktor kedisiplinan," ujarnya.

Sebagai bentuk ketegasan, PDIP juga memberikan sanksi tegas kepada Taufiqurrahman pada Pilkada Nganjuk mendatang. PDIP tidak memberikan rekomendasi Taufiqurrahman yang menginginkan agar PDIP mencalonkan istrinya.

"PDI Perjuangan tegas, tidak mencalonkan sosok yang dikehendaki oleh saudara Taufiq," tegas Hasto.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kata Hasto, selalu mengingatkan kader-kadernya yang dipercaya sebagai pejabat negara. Mereka tak boleh main-main dengan praktik pelanggaran hukum.

"Karena itu ancaman sanksinya tegas, siapapun yang terkena OTT oleh KPK, maka saat itu juga partai langsung mengeluarkan surat pemecatan," kata Hasto.

(Berita terkait: Catatan Hitam Bupati Taufiqurrahman)




(SUR)