18 Anggota DPRD Malang Terancam Jadi Tersangka

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 20 Mar 2018 15:10 WIB
kasus korupsi
18 Anggota DPRD Malang Terancam Jadi Tersangka
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: MI

Malang: Salah satu saksi yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan ada 18 tersangka baru yang bakal segera ditetapkan. Kedelapan belas tersangka ini terkait kasus dugaan suap pada pengesahan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015 Kota Malang.

Fakta ini diungkap anggota DPRD Kota Malang Ribut Harianto. Dia menyebutkan 18 tersangka baru tersebut adalah anggota DPRD Kota Malang.

"Sebelum saya diperiksa, penyidik menjelaskan kurang lebih ada 18 orang yang jadi tersangka," kata Ribut di Aula Rupatama Polres Kota Malang, Selasa, 21 Maret 2018.

Saat ditanya siapa saja anggota dewan yang termasuk dalam 18 tersangka tersebut, Ribut mengaku tidak dapat mengingatnya. "Saya hanya sepintas membaca," bebernya.

Ribut pun mengungkapkan, usai menunjukkan daftar tersangka baru, penyidik KPK kemudian memberikan sejumlah pertanyaan. Dia dicecar mengenai hubungan keluarga atau hubungan yang lain dengan nama-nama tersebut.

"Saya hanya sebatas kenal dengan orang-orang itu," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 18 tersangka baru tersebut adalah Suprapto, Salamet, Mohan Katelu, Sahrawi, HM Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Heri Subianto, Ya'qud Ananda Gudban, Rahayu Sugiarti, Sukarno dan Abdul Rachman.

(Baca: Enam Petinggi DPRD Malang Ditetapkan Tersangka Korupsi)

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang, Jarot Eddy Sulistyono dan mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono.

KPK telah berulang kali melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi di Kota Malang. Terakhir, pada Senin 19 Maret 2018 lalu, penyidik KPK telah meminta keterangan kepada 15 anggota DPRD Kota Malang sebagai saksi dalam kasus ini. Pemeriksaan dilakukan secara dua gelombang.

Saksi yang diperiksa pada gelombang pertama adalah Harun Prasojo (PAN), Indra Tjahyono (Demokrat), Priyatmoko Oetomo (PDIP), Choeroel Anwar (Golkar), Bambang Triyoso (PKS), Diana Yanti (PDIP), Subur Triono (PAN), dan Tutuk Hariyani (PDIP).

Sedangkan saksi yang diperiksa pada gelombang kedua adalah Hadi Santoso (PDIP), Teguh Mulyono (PDIP), Soni Yudiarto (Demokrat), Ribut Harianto (Golkar), Erni Farida (PDIP), Arief Hermanto (PDIP), dan Mulyanto (PKB).

(Baca: KPK Periksa Anggota DPRD Malang Hingga Jumat)


(SUR)