Keluarga tak Terima Berkas Rekam Medis dari RS Siti Khodijah

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 31 Jan 2018 19:33 WIB
malapraktik
Keluarga tak Terima Berkas Rekam Medis dari RS Siti Khodijah
Keluarga Konsultasi ke Polisi soal RS Siti Khodijah Sidoarjo, Rabu 31 Januari 2018, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Keluarga Supariyah menunggu rekam medis dari RS Siti Khodijah Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur. Dugaan malapraktik terjadi di RS Siti Khodijah Sidoarjo. Rumah sakit dianggap lalai memberikan pertolongan, sehingga nyawa seorang pasien tak tertolong.

Baca: Keluarga Konsultasi ke Polisi soal RS Siti Khodijah Sidoarjo

Kasus di RS Siti Khodijah ramai di media sosial. Video berisi keluarga pasien menumpahkan amarah kepada dokter dan suster di rumah sakit itu viral. Rekaman berdurasi 03.11 menit.

Keluarga pasien menduga suster berlaku sembrono. Dia berani menyuntik pasien yang sudah tak bernyawa alias wafat. Korban bernama Supariyah, 40, asal Jalan Suningrat, Desa Ketegan, Kecamatan Taman, Sidoarjo. 

Baca: RS Siti Khodijah Sembrono Diduga Menyuntik Mayat

Achemat Yunus, kuasa hukum keluarga, mengaku ahli waris tak pernah menerima berkas rekam medis Supariyah. Keluarga juga menempuh jalur kekeluargaan untuk mendapatkan berkas rekam medis. 

"Keluarga sudah berkirim surat sebanyak empat kali mulai tanggal 10 hingga 29 Januari 2018. Namun niatan baik dari ahli waris belum mendapat respon positif dari pihak rumah sakit," kata Yunus usai melapor ke Mapolresta Sidoarjo, Rabu 31 Januari 2018. 

Surat pertama tertanggal 10 Januari 2018 dengan nomor E0001/KH-AY/SOM/I/2018 berkaitan dengan permintaan pertemuan secara kekeluargaan yang ditujukan kepada Direktur Rumah Sakot Siti Khodijah, begitupun surat kedua tertanggal 17 Januari dan ketiga tertanggal 22 Januari 2018 ahli waris telah menerima surat tertanggal 19 Januari 2018 dengan nomor : 01/IV.6.AU/I/2018. 

"Surat jawaban dari direktur rumah sakit yang memberi tanggapan bahwa untuk penjelasan lebih lanjut ini case agar komunikasi dan korespondensi dengan advocates and corporate Lawyer Masbukhin dan Partnership Law Firm. Begitu pun surat keempat, tanggapan atas surat sebelumnya," katanya. 

Sejatinya, pihak keluarga mengajak pertemuan itu juga ingin menanyakan langsung perihal rekam medis. Namun hingga saat ini pihak keluarga belum mendapat edaran terkait rekam medis korban. "Justru mereka menyatakan bahwa apa yang ada di video yang viral itu hoax," jelasnya. 

Meski saling mengklaim terkait kronologis kejadian tersebut, pihaknya tetap menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian Polresta Sidoarjo. Sehingga fakta kebenaran terkait perawat suntik mayat yang sedang viral tersebut bisa terungkap. 



(RRN)