Korban Banjir Pasuruan Mulai Gatal-gatal

Amaluddin    •    Kamis, 21 Dec 2017 17:14 WIB
banjirlongsor
Korban Banjir Pasuruan Mulai Gatal-gatal
Banjir yang merendam Kelurahan Kalianyar, Bangil, Pasuruan sejak Senin 18 Desember 2017 belum surut. Foto: Medcom.id

Pasuruan: Warga di Kecamatan Bangil, dan Beji di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengeluh gatal-gatal. Ini terjadi akibat banjir merendam pemukiman penduduk selama empat hari sejak Senin, 18 Desember 2017, hingga saat ini.

“Empat hari air masih merendam pemukiman warga, kini mereka mulai mengeluh gatal-gatal,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, dikonfirmasi, Kamis, 21 Desember 2017.

Kata Bakti, banjir merendam enam desa di dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Yaitu Desa Tambakan, Kalianyar, Kalirejo, dan Manaruwi di Kecamatan Bangil. Kemudian Desa Kedungringin dan Kedungboto di Kecamatan Beji.

“Warga yang mengeluh gatal-gatal terjadi di Kecamatan Beji, karena memang genangan air di sana sangat kotor. Sedangkan banjir di Kecamatan Bangil, hanya sebagian warga yang mengeluh gatal-gatal, karena genangan airnya tidak sekotor di Beji,” ujarnya.

Menurut Bakti, penyakit gatal-gatal terjadi karena genangan air yang merendam pemukiman penduduk sangat kotor. Pasokan air bersih pun sangat minim. 

Meski demikian, warga belum mau untuk dievakuasi. Padahal, BPBD sudah menyiapkan posko untuk warga terdampak banjir. Di posko tersebut juga telah disiapkan air bersih, dan kebutuhan logistik lainnya.

“Namun karena warga gak mau dievakuasi, jadi kami kerahkan tim kesehatan untuk ke rumah penduduk yang mengalami gatel-gatel. Prinsipanya, semua tim sudah siap dan bersiagga untuk mengevakuasi warga,” katanya.

Banjir merendam Kecamatan Bangil dan Beji, Kabupaten Pasuruan, sejak Senin, 18 Desember 2017. Hingga hari keempat ini, banjir juga belum surut.

Akibatnya, 800 lebih rumah penduduk di daerah tersebut terendam banjir. Ketinggian air mencapai sekitar 1 meter. 

Meski terendam banjir, ribuan warga belum mengungsi di posko yang telah disediakan. Untuk di Desa Tambakan, di Kecamatan Bangil, ada sekitar 1.200 KK masih bertahan di kediamannya masing-masing. Kemudian di Kalianyar ada sekitar 1.300 KK, Kalirejo sekitar 500 KK, Manurawi 150 KK.

Selanjutnya di Desa Kedungringin di Kecamatan Beji ada sekitar 1.500 KK, dan di Desa Kedungboto ada sekitar 1.000 KK.


(ALB)