Bandara Juanda Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 16 Mar 2018 13:21 WIB
simulasi kecelakaan pesawat
Bandara Juanda Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat
simulasi kecelakaan pesawat di Bandara Juanda

Sidoarjo: Pesawat Peacock Air dengan kode penerbangan JBL-095 tujuan Hongkong mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Kamis, 15 Maret 2018, malam. Pesawat jenis Airbus 330 seri 200 tersebut mengalami kegagalan saat melakukan take off dari runway 10 Bandara Juanda sekitar pukul 21.00 WIB. 

Pesawat yang membawa 210 orang penumpang dan 11 kru itu tiba-tiba mangalami pecah ban sebelum mengudara. Akibatnya, pesawat kemudian swing ke kiri dan terempas di sekitar pond timur Bandara Juanda. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim evakuasi, dilaporkan 30 orang meninggal, 52 orang luka berat, 69 orang luka sedang, dan 70 orang luka ringan. 

Beruntung, kejadian tersebut merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-95 yang diselanggarakan oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) di Bandara Juanda. 

"Ini merupakan simulasi kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise) berskala besar (full scale exercise) berkonsep one day three exercise," ujar Direktur Operasi Angkasa Pura I Bandara Juanda, Wendo Asrul Rose.

Selain itu, dilakukan pula latihan terkait penanganan kebakaran gedung (fire building exercise) dan latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan (aviation security exercise). Uniknya, latihan PKD yang digelar di Bandara Juanda ini merupakan latihan pertama yang dilaksanakan pada malam hari. 

“Kejadian darurat dapat terjadi kapan pun. Nah, Latihan PKD kali ini dilaksanakan pada malam hari guna melatih kesigapan para personel serta kesiapan peralatan pendukung untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando, serta sinkronisasi antarunit dan instansi," jelasnya. 

Hal itu sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan Document), Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme Document), serta Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di Bandara. 

"ini yang pertama dari tujuh latihan PKD yang rencananya akan digelar oleh Angkasa Pura I di tahun 2018," tambah Wendo.

Di samping ketiga latihan ini, juga dilakukan simulasi skenario penanganan pasca kejadian, meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters meeters dan penanganan terhadap media (media handling).

"Harapannya melalui latihan ini, masing-masing stakeholder di Bandara Juanda ini dapat menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing dalam rangka penanggulangan keadaan darurat penerbangan," imbuh Wendo. 

Selaku pengelola Bandara, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa bandara dengan mengutamakan aspek dasar yang meliputi 3S+1C, yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama karena terkait dengan keselamatan jiwa manusia.

Diketahui, latihan ini melibatkan 646 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee, yang berasal dari Angkasa Pura I, TNI/Polri, Jihandak dan Kopaska, Perum LPPNPI, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan rumah sakit serta puskesmas sekitar, DVI Polda Jatim, SAR Surabaya, Kantor Imigrasi Surabaya, Kantor Bea Cukai Juanda, tim pemadam kebakaran, serta kru maskapai dan groundhandling. 



(ALB)