Kesaksian Warga saat Tol Pasuruan Ambruk

Syaikhul Hadi    •    Senin, 30 Oct 2017 00:13 WIB
kecelakaan kerja
Kesaksian Warga saat Tol Pasuruan Ambruk
Beton konstruksi jembatan tol ambruk - Metro TV.

Metrotvnews.com, Pasuruan: Warga di Pasuruan sempat kaget saat empat girder proyek pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Grati jatuh. Sebelum ambruk, grader yang hendak dipasang itu sempat goyah dan bersentuhan dengan tiga grader yang sudah terpasang, lalu jatuh menimpa mobil pick up dan sepeda motor dibawahnya.

Salah satu warga Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Aji mengungkapkan suara reruntuhan beton terdengar hingga kerumahnya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Seketika pun dia langsung keluar dan memastikan kejadian tersebut.

"Kaget sekali. Karena suara nya keras sekali. Sampai-sampai saya keluar untuk memastikan itu," kata Aji, Minggu, 29 Oktober 2017.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan awal mula robohnya beton sepanjang 50 meter tersebut. Namun, berdasarkan informasi masyarakat, sebelum jatuh pekerja hendak memasang grader ke Bering yang ada di sebelah timur. Namun, saat dipasang tiba-tiba goyang dan jatuh sehingga menyentuh ketiga grader yang sudah terpasang, lalu menimpa mobil pick up warna hitam dan beberapa kendaraan bermotor.

"Satu unit sepeda motor Honda Supra dengan Nopol N 5861 TJ, satu unit sepeda motor Honda Revo Nopol S 4691 TA, satu unit mobil Pick up warna hitam dan satu unit Truck Tronton," ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Akibat insiden tersebut, satu pekerja dilaporkan meninggal dengan kondisi tertindih beton jalan Tol. Korban adalah Heri,  karyawan PT. Waskita yang bertugas sebagai Mekanik. Sedangkan dua orang yang dikabarkan mengalami luka-luka di antaranya, Sugiono (Karyawan PT. Waskita) sopir Mekanik yang mengalami luka di bagian kaki (patah), dan Nurdin (pekerja PT. Pancang Sakti) yang mengalami luka di bagian punggung.

Proyek Nasional Pengerjaan Jalan Tol Pasuruan -Probolinggo ini rencananya akan dibangun sepanjang 31,30 kilometer. Dalam pengerjaan ini, pemerintah membagi dengan tiga tahapan atau sesi.

Sesi pertama, akan melewati Kawasan Kecamatan Grati hingga Nguling yang diperkirakan mencapai panjang 8 km. Dalam sesi kedua, jalan tol ini akan leintasi perbatasan Kawasan Nguling (Pasuruan) hingga Sumberasih (Probolinggo) dan diperkirakan sepanjang 6 km. Dan terakhir, kawasan Sumberasih hingga Leces (Probolinggo) sepanjang 17,30 km.

Dalam pembangunan jalan tol ini diperkirakan membutuhkan 271 hektar atau kurang lebih sekitar 3000 bidang. Dan nantinya akan ada tiga simpang susun. Yakni Tongas, Simpang Susun Probolinggo Barat, dan Simpang Susun Leces.

 


(Des)