Gus Ipul Minta Masyarakat Kawasan Bengawan Solo Waspada

Amaluddin    •    Rabu, 29 Nov 2017 15:52 WIB
banjirlongsorsiklon tropis cempaka
Gus Ipul Minta Masyarakat Kawasan Bengawan Solo Waspada
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul. Foto: MTVN/Amaluddin

Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di sepanjang aliran Bengawan Solo waspada. Ini lantaran debit air di Sungai Bengawan Solo meningkat menjadi Siaga Merah.

“Pergerakan air terus dipantau hingga akhirnya pada pukul 22.00 WIB air bergerak pada level siaga merah. Karena itu masyarakat harus mewaspadainya," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 29 November 2017.

Menurut Gus Ipul, Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menunjukkan sejak Selasa 28 November 2017, pukul 20.00 WIB malam, kondisi pintu air Jurug yang berada di Solo meningkat pada level Siaga Kuning. Kemudian kini meningkat menjadi Siaga Merah.

Karena itu, saat ini tim dari Pusdalops BPBD sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk segera mengirimkan alert. “Tadi malam diputuskan jika pergerakkan air akan cepat sampai Ngawi hanya butuh waktu 10 jam," katanya.

Gus Ipul juga meminta kepada seluruh BPBD di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo mulai Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik waspada dan siaga. Ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dari beberapa daerah ini, kata Gus Ipul, Bojonegoro yang kemungkinan paling banyak terimbas. Sebab, Bengawan Solo membelah 14 Kecamatan di Bojonegoro. "Pada pukul 06.30 WIB, Pusdalops BPBD Jatim menerima informasi kondisi air yang berada di bibir sungai sudah mulai meluber ke jalan desa. Terpantau genangan telah sampai di Desa Waru Tengah, Gandri kecamatan Pangkur, Desa Simo dan Sumengko Kecamatan Kwadungan dengan ketinggian sekitar 15cm," katanya.

Selain kewaspadaan Bengawan Solo, beberapa sungai yang merupakan anak Bengawan Solo juga diminta waspada. Di Ponorogo misalnya, pintu air Sekayu yang berada di Ponorogo pada pukul 06.00 WIB pagi tadi juga berada pada titik siaga kuning. 

Artinya pergerakan air ke arah Ngawi dari Ponorogo akan bertambah, mengingat pada waktu yang sama pintu air Jurug masih melebihi papan ukur pintu air.

"Waspada tapi warga tetap harus tenang, silakan ikuti dan selalu pantau arahan pemerintah daerah masing-masing sehingga kesiapsiagaannya bisa mengurangi dampak risiko bencana," kata Gus Ipul.


(ALB)