Penanaman Benih Padi Hibrida Untungkan Petani dan Buruh Tani

Intan fauzi    •    Kamis, 27 Oct 2016 23:39 WIB
mentanberita kementan
Penanaman Benih Padi Hibrida Untungkan Petani dan Buruh Tani
Mentan Andi Amran Sulaiman panen padi di Desa Ngompro, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Joko Purwanto, salah satu petani di Desa Ngompro, Ngawi, Jawa Timur, mengaku puas dengan PT Biogene Plantation terkait kerja sama penanaman benih padi varietas hibrida.

Kerjasama antara petani dengan PT Biogene Plantation dimulai sejak 2013. Kata Joko, waktu itu petani baru mampu menanam benih padi seluas 3,5 hektare.

"Tahun 2013 mendapatkan hasil empat ton dibeli (oleh PT Biogene Plantation) Rp13 ribu waktu itu," kata Joko saat panen raya benih padi hibrida varietas Sembada B9 di Desa Ngompro, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/10/2016).

Tahun demi tahun luas tanam terus ditambah. Saat ini sudah 200 hektare lahan yang ditanami untuk benih padi hibrida.

Kepala Desa Ngompro itu mengungkapkan, ia tak harus bersusah payah mengenalkan keuntungan penanaman benih padi hibrida pada petani lainnya. Sebab, ia sendiri sudah membuktikannya.

"Kami tidak mengajak karena mereka tahu sendiri, Kades sudah memberi contoh, akhirnya masyarakat meniru," ujar Joko.

Joko menjelaskan, keuntungan didapatkan baik oleh petani maupun buruh tani. Joko mengaku pendapatan petani meningkat dengan penanaman benih padi hibrida.

"Tahun ini (benih padi hibrida) dibeli Rp11 ribu, dapat empat ton saja bisa Rp68 juta, sudah dua kali lipat dari (benih) padi biasa," ujar Joko.

Sementara itu, pendapatan buruh tani pun turut bertambah. Sebab, selalu ada yang bisa dikerjakan buruh tani dalam produksi benih padi hibrida dari mulai tanam hingga pascapanen.

"Menanam benih padi ini tidak berhenti pekerjaannya, jadi pendapatan buruh tani meningkat," jelas Joko.


(ALB)