Mimpi Buruh Cuci untuk Umrah Dipupuskan oleh First Travel

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 31 Aug 2017 15:48 WIB
kemelut first travel
Mimpi Buruh Cuci untuk Umrah Dipupuskan oleh First Travel
Khodijah, buruh cuci yang gagal berangkat setelah mendaftar perjalanan umrah ke First Travel Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Khodijah, buruh cuci di Sidoarjo, Jawa Timur, menggantungkan impiannya berangkat umrah ke First Travel. Tapi impian itu pupus lantaran bos First Travel ditangkap polisi.

Beribadah di Tanah Suci bukan sekadar keinginan orang dengan harta berlimpah. Sebagai umat Islam, Khadijah pun memiliki keinginan itu.

Ia bekerja keras sebagai buruh cuci di Perumahan Sidokare Indah, Kecamatan Kota Sidoarjo. Sejak tahun ......., ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk tabungan umrah.

Ibu dua anak itu mendapat upah Rp1 juta per bulan. Selama lima tahun, ia menggunakan 50 persen dari pendapatannya untuk mewujudkan keinginan itu.

Alangkah senangnya Khodijah setelah mendapat kabar First Travel bisa membantu memberangkatkannya ke TanaH Suci. Ia mendaftar ke First Travel yang berkantor di Jalan Jati, Sidoarjo. Ia menyetor uang Rp19,5 juta ke First Travel.


(Jemaah umrah First Travel berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang ke Arab Saudi)

"Saya mendaftar bersama suami dan orang tua. Agar kita sama-sama bisa pergi ke Baitullah untuk menjalankan umrah," ungkap perempuan berusia 43 tahun itu.

Meski sudah mendaftar, Khodijah mengaku tak pernah mendapat informasi jadwal keberangkatan. Tapi April 2017, ia mendapat informasi keberangkatan.

Lalu Khodijah bersama suami dan orang tua pun berangkat ke Jakarta. Betapa senangnya Khodijah akhirnya dapat beribadah di Mekkah, Arab Saudi.

"Tapi di sebuah hotel di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, kami malah terkatung-katung hingga berhari-hari. Sampai akhirnya kami kembali lagi ke Sidoarjo karena gagal berangkat," ungkap Khodijah.

Awal Agustus, Khodijah mendapat kabar pasangan suami istri pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, ditahan polisi. Andika dan Anniesa menjadi tersangka kasus penipuan. Diduga, pasangan suami istri itu menggunakan dana calon jemaah umrah untuk keperluan pribadi.

Khodijah sakit-sakitan setelah mendengar kabar itu. Namun ia pasrah. Pasalnya, ia tak mengantongi bukti pembayaran dana umrah, baik itu kuitansi maupun nota dari First Travel.

"Kami sudah tidak bisa apa-apa lagi. Harapan kami bisa pergi kesana. Atau kalaupun terpaksa uang yang sudah kami setorkan bisa kembali," harapnya. 

Baca: Mapolresta Sidoarjo Buka Crisis Center First Travel

Sementara itu, Mapolresta Sidoarjo membuka crisis center (pusat pengaduan) korban First Travel di ruang sentral pelayanan kepolisian Terpadu (SPKT). Hingga Rabu sore 31 Agustus 2017, ada sekitar 24 orang yang melaporkan manajemen PT First Travel.

Lihat video:



(RRN)